BISNIS.COM,JAKARTA -- Penjualan sepeda motor hampir dipastikan turun akibat penaikan down payment pembiayaan syariah mencapai 30% yang memberatkan sebagian besar konsumennya dari kalangan menengah ke bawah.
Riyanto, analis otomotif dari Lembaga Penelitian Ekonomi Manajemen Fakultas Ekonomi UI, mengatakan banyak pembeli sepeda motor dari kalangan pengusaha skala mikro, kecil dan menengah untuk alat kerja maupun sarana transportasi.
"Penaikan down payment pembiayaan syariah menjadi seperti bank konvensional dan penaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi cukup memberatkan mereka sehingga dampaknya penjualan sepeda motor menjadi turun," katanya di Jakarta, Senin (8/4/2013).
Menurutnya, penaikan down payment kredit sepeda motor relatif lebih besar memberikan tekanan terhadap angka penjulannya dibandingkan dengan pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi atau penaikan harganya.
Sebab, sepeda motor terbaru menggunakan teknologi mesin yang efisien konsumsi bahan bakar, sehingga pembatasan BBM bersubsidi maupun penaikan harganya relatif kecil imbasnya terhadap realisasi penjulan kendaraan roda dua tersebut.
Apalagi, lanjutnya, selama ini pemerintah kurang tegas dalam menetapkan kebijakan terkait BBM bersubsidi, dengan terus mewacanakan rencana pembatasan konsumsi, panaikan harga maupun penghapusan subsidinya.
Riyanto mengatakan pertumbuhan penjualan sepeda motor tetap ada seperti yang terjadi tahun lalu setelah diberlakukan kebijakan penaikan down payment pembiayaan konfensional hingga 30%, kerena kendaraan tersebut memang dibutuhkan.
Editor : Bambang Supriyanto

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.