BISNIS.COM, JAKARTA--Forum Industri Pengguna Gas meminta pemerintah untuk fokus dalam pembangunan infrastruktur gas.
Sekjen Forum Industri Pengguna Gas Achmad Widjadja mengatakan masalah pasokan gas yang dialami oleh industri pengguna gas berkaitan langsung dengan infrastruktur gas yang belum matang. Menurutnya, dengan adanya infrastruktur, kebutuhan industri akan gas bisa terpenuhi.
“Fokus industri sekarang pada roadmap MP3EI, pembangunan infrastruktur, soalnya ini tidak efektif sejalan dengan mandeknya strategi energi, buat industri kan tidak semata-mata hanya pasokan, tapi juga infrastruktur, pemerintah harus cepat,” tegasnya, Kamis (17/4).
Berdasarkan data Kementerian ESDM, saat ini, pemerintah Indonesia sedang membangun jalur pipa gas yang terintegrasi dari Barat Sumatera sampai Timur Jawa. Adanya ketahanan pasokan gas untuk mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi.
Adapun dalam roadmap tersebut, pemerintah telah menentukan timeline pembangunan infrastruktur gas.
Beberapa infrastruktur yang tengah dalam proses pembangunan antara lain, revitalisasi Kilang LNG Arun (Pertamina, selesai Kuartal 4 2014), pipa Arun-Belawan (Pertamina, selesai Kuartal 2 2014), kemudian Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung (PGN, selesai 2014) serta FSRU Jawa Barat (PT Nusantara Regas, sudah beroperasi).
Selain itu, ada pipa Cirebon-Bekasi (Pertagas, Selesai Kuartal 4 2014), pipa Cirebon-Semarang (PT Rekayasa Industri dengan dukungan Pertamina, selesai Kuartal 3 2014), pipa Gresik-Semarang (Pertagas, selesai Kuartal 3 2014), FSRU Jawa Tengah (Pertamina, selesai kuartal 4 2014), dan pipa Kepodang-Tambaklorok (Bakrie and Brothers, selesai 2014).
Bahkan, saat ini pemerintah telah memberikan kepastian pasokan gas untuk beberapa FSRU tersebut. Penetapan tambahan alokasi gas untuk domestik seiring dengan sedang dibangunnya berbagai infrastruktur gas, mulai dari pipa hingga FSRU. (if)
Source : Riendy Astria
Editor : Ismail Fahmi
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.