JAKARTA--Hingga akhir Desember 2012, jumlah tenaga pendamping bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)ditargetkan mencapai 430 orang se-Tanah Air guna mempermudah akses permodalan dan pembiayaan sektor riil melalui program kredit usaha rakyat.
Choirul Djamhari, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM mengatakan pada tahap awal jumlah tenaga pendamping yang siap terjun ke lapangan sebanyak 216, yang saat ini tengah menjalani pelatihan peningkatan kapasitas.
“Peningkatan kapasitas mereka penting, karena sebagai pendamping pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), kemampuan mereka tidak boleh di bawah calon debitor yang difasilitasi ke perbankan,” ujarnya pada Capacity Building Pendamping KUR dan UKM Tenant Inkubator Bisnis di Gedung SME Tower, Jaksel, hari ini (17/10).
Untuk meningkatkan jumlah tenaga pendamping tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM sudah menyiapkan kader-kader tambahan yang direkrut dari berbagai provinsi.
“Kami juga meningkatkan kapasitas pelaku UMKM tenant yang sebelumnya menjalani inkubasi bisnis di Pusat Inkubator 15 perguruan tinggi nasional,” ujarnya.
Dia menjelaskan setelah menyelesaikan pelatihan, para tenaga pendamping program KUR dan UKM tenant didorong menjadi pelaku wirausaha melalui penyediaan permodalan atau pembiayaan.
“Nantinya ada pengembangan skema permodalan bagi UMKM melalui kerja sama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Bank Indonesia. Oleh karena itu permodalan tidak lagi menjadi persoalan krusial,” jelasnya. (yus)
Editor :

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.