RSS FEEDLOGIN

PEMASARAN UKM Digencarkan ke Pasar Global

Muhammad Sarwani   -   Rabu, 26 September 2012, 19:59 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

JAKARTA: Lembaga Layanan Pemasaran KUKM semakin agresif memperluas pasar global bagi produk yang dihasilkan binaannya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa produk Indonesia mampu bersaing dengan produk asing.

Yuana Sutyowati, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP-KUKM), menjelaskan agresifitas perluasan pasar bagi produk UKM binannya, sekaligus memperbesar pasar pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang selama ini masih bermain di pasar nasional.

“Oleh karena itu LLP KUKM semakin agresif membuka akses pasar UKM Indonesia ke luar negeri, menyusul kesuksesan mereka mengikuti pameran di Hong Kong pada April tahun ini. Sukses itu ditandai datangnya buyers luar negeri ke Indonesia,” katanya kepada Bisnis hari ini (Rabu 26/9/2012).

Setelah sukses di Hong Kong, LLP lalu membawa sejumlah UKM produknya mengikuti pameran Tendence Messe Frankfurt di Jerman pada 24-28 Agustu 2012. Mengikuti pameran merupakan salah satu upaya peningkatan  efektifitas  program Pengembangan KUKM Berdaya Saing 2012.

Oleh karena itu LLP-KUKM menyertakan pelaku UKM tampil pada pameran Internasional Tendence Messe Frankfurt di Jerman yang ditetapkan dengan branding House of Indonesia by SMESCO. Sebanyak 173 jenis produk dipamerkan di Jerman.

Produk tersebut merupakan hasil kerajinan tangan dengan bahan baku yang terdiri dari bambu, pandan laut, kulit pohon pisang dan produk daur ulang. Berdasarkan pengamatan LLP, produk dengan bahan baku alami sangat digemari buyers luar negeri.

Pameran di Frankfurt diyakini berpotensi menembus pasar global karena profil para pengunjung umumnya buyers potensial dari negara-negara Eropa, Asia, Afrika dan Amerika. Selama pameran berlangsung banyak pengunjung berinteraksi di stand Indonesia.

Program mengikuti pameran merupakan jenis layanan yang diberikan LLP kepada anggota dan tenant yang berjumlah 1.300 UKM. Mereka yang ikut pameran adalah UKM yang siap dengan produk ekspornya. Ketika ada order, UKM itu siap merealisasinya. (sut)

Editor : Sutarno

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.