HONG KONG: Program pelatihan wirausaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di Hong Kong telah membina sekitar 1.500 buruh migran Indonesiia.
General Manager Bank Mandiri Hong Kong DIkdik Yustandi mengatakan program yang telah berjalan sejak November tahun lalu tersebut telah berlangsung sebanyak 3 putaran.
“Tiap angkatan 500 orang. Kami ingin mengubah pola pikir mereka, kami bekali dengan pengetahuan-pengetahuan memulai usaha,” katanya, Kamis malam (27/9/2012).
Tiap putaran program yang bernama Sahabat Mandiri tersebut, jelasnya, berlangsung selama 3 bulan.
Dia memaparkan buruh migran yang mengikuti kelas itu diajarkan cara membuat proposal pengajuan modal kerja, mengelola keuangan dan startegi pemasaran.
“Tapi yang terpenting kami persiapkan mereka jadi majikan juga agar tidak melulu menjadi pembantu. Kami juga menyediakan kemudahan kredit jika mereka ingin memulai usaha di Indonesia,” kata Dikdik.
Mukeni, salah satu buruh migran peserta Sahabat Mandiri, mengatakan hal terpenting yang diajarkan di Sahabat Mandiri adalah inspirasi untuk berwira usaha.
Tenaga kerja Indonesia di Hong Kong, paparnya, berkesempatan bertemu dengan beberapa pengusaha Indonesia yang sukses melalui berbagai diskusi yang diselenggarakan Bank Mandiri bekerja sama dengan Wirausaha Ciputra.
“Setelah training saya tahu usaha tidak harus punya modal yang banyak, sedikit demi sedikit saya semakin berani,” katanya Jumat (28/9/2012).
Mukeni saat ini mengelola berbagai bisnis seperti warung makan, jasa pengurusan visa dan paspor, penyewaan kamar hingga pusat kecantikan dan pijat yang diberi nama Griyo Sehat.
Dikdik mengatakan pelatihan seperti Sahabat Mandiri bisa berjalan efektif di Hong Kong karena regulasi otoritas kota tersebut mewajibkan pembantu rumah tangga libur pada Minggu dan hari libur yang ditetapkan pemerintah.
Di Hong Kong, terdapat 156.000 pekerja asal Indonesia yang sebagian besar berasal dari Jawa Timur (52%), kemudian Jawa Tengah (30%) dan sisanya berasal dari provinsi lain.
Bank Mandiri mencatat nilai remitansi para buruh migran Indonesia mencapai Rp3—5 miliar tiap pekan dengan puncak pengiriman uang pada minggu gajian.(msb)
Source : Demis Rizky Gosta
Editor :
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.