RSS FEEDLOGIN

PASCA BADAI SANDY: Puluhan Ribu Rumah Masih Gelap Gulita

Mursito   -   Selasa, 13 November 2012, 09:07 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

NEW YORK-Jutaan orang pengguna moda transportasi di New York memulai rutinitas kerja pada Senin (12/11) pasca dibukanya sejumlah jalur kereta api dan terowongan setelah diterjang badai Sandy, 29 Oktober lalu.Namun dua minggu usai badai, puluhan ribu rumah dan kawasan bisnis di New York dan New Jersey masih belum dialiri listrik, sehingga penduduk setempat terpaksa mengungsi di lokasi lain yang dialiri listrik.Di kawasan Long Island, ada sekitar 56.000unit  rumah dan lokasi bisnis tetap tanpa pelayanan listrik sampai dengan Senin sore (12/11).Pengelola Long Island Power Authority (LIPA) mengatakan pihaknya berharap dapat memulihkan kondisi kekurangan aliran listrik di sebagian besar wilayah AS akibat badai Sandy.Selain itu, LIPA melaporkan sampai dengan saat ini sekitar 17.500 orang pelanggan di Nassau dan Suffolk, serta sedikitnya 29.000 orang pelanggan di Rockaways New York City masih belum dapat menerima aliran listrik.Hal itu dikarenakan banjir yang parah akibat badai Sandy telah merusak panel listrik, kabel, outlet dan sejumlah peralatan.Meski lampu penerangan di sebagian rumah menyala, tapi beberapa rumah tetap tanpa layanan telepon, internet dan televisi karena peralatan rusak dan sejumlah kabel putus akibat terbawa badai.Badai Sandy beberapa waktu lalu menewaskan sekitar 121 orang dengan menyebabkan kerugian hingga US$50 miliar pada  properti dan kerugian ekonomi di negara itu.Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan pihaknya berencana meminta kepada Pemerintah Federal di pusat menambah dana bantuan sekitar US$30 miliar untuk bantuan bencana. (reuters/yus) 

Source : Newswire/Rochmad Fitriana

Editor :

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.