Volume Penjualan PC kuartal IV/2012
Merek | Volume (unit) | Pangsa |
Hewlett-Packard | 15,023 juta | 16.7% |
Lenovo | 14,105 juta | 15,7% |
Dell | 9,482 juta | 10,6% |
Acer | 6,959 juta | 7,8% |
ASUS | 6,467 juta | 7,2% |
Lainnya | 37,753 juta | 42,0% |
Total | 89,789 juta | 100% |
Sumber: IDC
JAKARTA—Volume Penjualan personal computer (PC) atau komputer global menurun 6,4% pada musim liburan atau kuartal IV/2012. Ini adalah kali pertama terjadi penurunan pengapalan PC sejak 2001.
Berdasarkan hasil riset Inter National Data Corporation (IDC) yang dirilis di situsnya www.idc.com, penyebab utama penurunan pengapalan PC adalah perubahan tren pengguna ke tablet dan ponsel pintar. Selama 2012, IDC mencatat terjadi penurunan pengapalan sebesar 3,2%, padahal pada 2011, pengapalan PC naik 1,7%.
Sementara itu, kehadiran sistem operasi anyar besutan Microsoft, Windows 8 juga tak mampu menyelamatkan penurunan pengapalan PC pada kuartal IV/2012. Padahal, Windows 8 menawarkan pengalaman layar sentuh bagi pengguna.
Senior Research Analyst IDC Jay Chou mengatakan selama kuartal IV/2012, vendor hanya berkonsentrasi mempromosikan PC berlayar sentuh, sementara mereka tidak ikut mempromosikan pengalaman yang lebih aman dan efisien yang akan konsumen dapatkan jika menggunakan Windows 8.
IDC mencatat Hewlett Packard (HP) masih berada di posisi puncak pengapalan kuartal IV/2012 dan selama 2012 dengan 17%, disusul Lenovo dengan 16%, dan Dell dengan 11%. Pengapalan Dell bahkan jatuh 21% jika dibandingkan periode yang sama pada 2011.
Adapun IDC mencatat pada kuartal IV/2012, pengapalan PC mencapai 89,8 juta unit secara global. Selama 2012 pengapalan PC mencapai 352 juta. IDC memproyeksikan pada 2013, pengapalan PC akan meningkat tipis 2,8%.
"Seiring kematangan Windows 8, komponen pendukung sepeti harga Ultrabook yang akan terus menurun mungkin akan mampu mendongkrak permintaan PC pada 2013," kata Chou seperti dikutip Bloomberg. (sut)
Source : Febriany D.A. Putri
Editor : Sutarno
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.