BISNIS.COM, JAKARTA— Asean Automotive Federation (AAF) melaporkan pasar otomotif Asean dalam dua bulan pertama 2013 tumbuh 32,7%, dengan total penjualan mencapai 603.483 unit.
Dominasi Thailand semakin menguat di posisi puncak, dengan penguasaan pasar sebesar 42,4%, sedangkan pangsa pasar Indonesia menciut menjadi 33,1% di urutan kedua.
Berdasarkan data penjualan kendaraan bermotor yang dirangkum AAF, Thailand memimpin pasar otomotif Asean dengan total penjualan 255.727 unit, atau tumbuh hampir 52% dibandingkan dengan pencapaian periode Januari-Februari tahun lalu.
Secara persentase, kontribusi Thailand terhadap pasar otomotif Asean selama periode tersebut menunjukan kenaikan, dari 37% menjadi 42,4%.
Indonesia menempati peringkat kedua pasar otomotif Asean, dengan total penjualan sebanyak 199.974 unit atau tumbuh 22,7% dibandingkan dengan penjualan dua bulan pertama 2012. Kendati tumbuh positif, pangsa pasar Indonesia menyusut menjadi 33,1% dari sebelumnya 35,8%.
Menyusul, Malaysia di peringkat ketiga dengan torehan angka penjualan sebanyak 100.042 unit, atau meningkat 17,8% dibandingkan periode yang sama 2012. Kontribusi Malaysia terhadap pasar otomotif Asean juga turun dari 18,6% menjadi 16,6%.
Filipina dan Vietnam membuntuti di posisi tengah, dengan pangsa pasar 4,4% dan 2,2%. Sementara itu, Singapura, dan Brunei menempati urutan terbawah, dengan pangsa pasar masing-masing 0,9% dan 0,5%.
Tabel Penjualan Mobil Asean
Negara | Jan-Feb 2012 | Share (%) | Jan-Feb 2013 | Growth % | Share (%) |
Thailand | 168.344 | 37 | 255.727 | 51,9 | 42,4 |
Indonesia | 162.913 | 35,8 | 199.974 | 22,7 | 33,1 |
Malaysia | 84.961 | 18,6 | 100.042 | 17,8 | 16,6 |
Filipina | 18.977 | 4,2 | 26.588 | 40,1 | 4,4 |
Vietnam | 10.39 | 2,3 | 13.005 | 25,2 | 2,2 |
Singapura | 6.186 | 1,4 | 5.275 | -14,7 | 0,9 |
Brunei | 3.008 | 0,7 | 2.872 | -4,5 | 0,5 |
Total | 454,779 | 100 | 603.483 | 32,7 | 100 |
(Sumber : Asean Automotive Federation)
Editor : Fajar Sidik

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.