RSS FEEDLOGIN

PASAR MOBIL: Diskon Gencar, Penjualan Kembali Tembus 100.000 Unit

Emanuel Tome Hayon   -   Senin, 06 Mei 2013, 20:41 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130325_otomotif1 (antara).jpgBISNIS.COM, JAKARTAGencarnya promosi dan program diskon oleh diler selama bulan lalu berhasil mendongkrak penjualan mobil hingga menembus angka psikologis 100.000 unit.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan dari pabrikan ke diler atau wholesales pada April mencapai 102.082 unit, naik 17,14% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu dari 87.144 unit.

Secara akumulatif, penjualan selama 4 bulan pertama tahun ini mencapai 397.991 unit, tumbuh 17,76% dari periode yang sama tahun lalu 337.974 unit.

Penjualan di atas 100.000 unit pernah dicapai pada Februari, yakni 103.269 unit, tetapi kemudian turun menjadi 97.811 unit pada Maret. Pada Januari, penjualan mobil tercatat 96.705 unit akibat banyaknya libur pada bulan tersebut.

Namun, data wholesales pada April jauh lebih besar dibandingkan dengan penjualan ritel (dari diler ke konsumen) yang tercatat 95,487. Angka ritel ini turun dibandingkan dengan realisasi Maret sebanyak 96.123 unit.

Toyota mencatatkan peningkatan penjualan mobil terbanyak secara wholesales dari 32.726 unit pada Maret menjadi 39.710 unit pada April. Peningkatan penjualan juga dinikmati Suzuki, Mitsubishi, dan Mazda.

Data Gaikindo menunjukkan penjualan ritel Toyota naik  menjadi 34.850 unit pada April dari bulan sebelumnya 33.670 unit. Adapun Daihatsu yang secara wholesales mengalami penurunan, penjualan ritelnya justru meningkat.

Menurut Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiharto, peningkatan penjualan pada April disebabkan ramainya persaingan harga antar ATPM. Dia mengatakan ATPM mengawarkan banyak diskon sehingga mendorong konsumen membeli kendaraan bermotor.

“ Penjualan yang meningkat ini karena banyaknya persaingan harga [diskon] antar ATPM,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (6/4/2013).

 

Editor : Hery Lazuardi

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.