LOMBOK--Henri Giscard d'Estain, putra dari mantan Presiden Perancis periode 1974-1981 Giscard d'Estaing, melirik potensi pengembangan resort esksotik di kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pemilik Club Med itu, bahkan menyatakan bersedia bermitra dengan PT BTDC, PT MNC Land Tbk dan PT Gobel Internasional, untuk membangun dan mengelola hotel eksotik di kawasan Mandalika, setelah meninjau lokasi, Senin sore (21/1).
"Sekarang bagaimana memulai proyek ini dengan serius dan berkualitas, dan BTDC sudah buat resort di Bali, MNC Land yang sudah berpengalaman dalam mengembangkan area dan berkelas internasional, dan Globel Internasional yang juga pemain utama di negeri ini," kata Henri, pada pertemuan yang digelar di Hotel Novotel, yang juga berada di kawasan Mandalika.
Pertemuan itu digelar setelah peninjauan lokasi yang hendak dikembangkan resort eksotik di Tanjung A'an, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, sekitar 60 kilometer arah selatan Kota Mataram, ibukota Provinsi NTB.
Pemimpin perusahaan Perancis yang bergerak di bidang resor dan memiliki cabang di seluruh dunia, dan biasanya terdapat di lokasi eksotis itu, memenuhi ajakan manajemen PT Pengembangan Pariwisata Bali (BTDC) dan PT MNC Land Tbk dan PT Gobel Internasional, untuk meninjau kawasan pengembangan pariwisata terpadu Mandalika Resort, di Kabupaten Lombok Tengah, NTB itu.
Henri datang dari Perancis dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, setelah 15 jam penerbangan. Kemudian melanjutkan penerbangan ke Pulau Lombok, NTB, untuk peninjauan lokasi.
Ia didampingi CEO Club Med Asia Tenggara Heidi Kunkel, dan membawa serta konsultan dan desainer hotel eksotis dari Perancis. (Antara/if)
Source : Newswires
Editor : Ismail Fahmi

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.