RSS FEEDLOGIN

PAMERAN FOTO: Vivek Bammi Pajang 56 Karya Fotografi

Herry Suhendra   -   Kamis, 18 April 2013, 11:42 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130418_fotographer india (herry suhendra-yus).jpg
130418_fotographer india (herry suhendra-yus).jpg

BISNIS.COM, JAKARTA-Fotografer asal India, Vivek Bammi memajang 56 karya fotografinya bertema “Angkor: Cosmic Grandeur” pada pameran tunggalnya di Duta Fine Arts Gallery.

Pameran ini berlangsung sampai 6 Mei 2013. Vivek Bammi yang telah menetap di Indonesia sejak 1990, saat ini menjadi guru di Jakarta International School (JIS). Dia mengajar untuk pelajaran  antropologi dan sejarah.

“Dibandingkan dengan beberapa negera di Asia Tenggara seperti Thailand dan Myanmar, Kamboja (Angkor) lebih menarik untuk objek fotografi berupa peninggalan sejarah,” kata Vivek menjelaskan.

Dia memberi contoh pohon ukuran besar dengan akarnya yang mengelilingi tembok bangunan tua dan mempunyai daya tarik tersendiri.Selain itu relief-relief dan arca yang menarik perhatian.

“Banyak yang menarik, mulai dari pemandangan dan kehidupan masyarakatnya di sana,” tutur Vivek.

Pameran yang diresmikan oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Gurjit Singh, sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul “Angkor: Cosmic Grandeur”  yang diterbitkan oleh Hexart Publishing dan memuat foto-foto karya Vivek Bammi.

“Karya foto yang dipamerkan ini memang unik,” kata Duta Besar India Gurjit Singh.

“Buku ini dicetak terbatas dan secara digital. Peminat harus pesan dulu,” kata direktur Hexart Publishing Edy Juana. Buku yang dicetak mewah ini dijual dengan harga Rp 1,5 juta.
Sebelumnya Vivek Bammi telah menerbitkan 3 buku berjudul “Golden Buddhism”, “Indonesia: A Feast for Senses” dan “Bali Boys- Avisual Symphony”.

Pada pameran ini, Vivek Bammi mematok harga Rp 2 juta-Rp 4,5 juta.

Editor : Yusran Yunus

Layak Disimak

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.