JAKARTA: Direktorat Jenderal Pajak melaporkan realisasi penerimaan pajak sepanjang 2012 mengalami short fall sebesar 5,61%. Pasalnya, setoran pajak tercatat sebesar Rp835,25 triliun atau 94,38% dari target APBN-P 2012.
Fuad Rahmany, Dirjen Pajak, mengatakan dibandingkan dengan realisasi 2011, setoran pajak yang dihimpun pada 2012 naik sebesar Rp92,63 triliun atau tumbuh 12,47%.
"Realisasi penerimaan pajak 2012 adalah Rp835,25 triliun atau mencapai 94,38% dari target Rp885,0 triliun," ujarnya di kantor Ditjen Pajak, Senin (14/01).
Realisasi setoran pajak yang tumbuh 12,47%, imbuh Fuad, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2012, yakni sebesar 10,87%.
Fuad menjabarkan setoran pajak penghasilan (PPh) pada 2012 mencapai Rp464,66 triliun atau 90,46% dari target Rp513,65 triliun. Dibandingkan realisasi 2011, setoran PPh mengalami pertumbuhan sebesar 7,79%.
"Yang paling terpukul itu PPh nonmigas, yang paling terkena imbas krisis global. PPh nonmigas hanya 6,5%, positif tapi biasanya bisa tumbuh sampai 18%," katanya.
Capaian PPh nonmigas mencapai Rp381,20 triliun dari target Rp445,73 triliun atau mencapai 85,52%. Kinerja pertumbuhan PPh non migas ini hanya sebesar 6,49%.
Sementara itu, realisasi PPN dan PPnBM tumbuh 21,49% dibandingkan tahun lalu, atau sebesar Rp336,05 triliun. (arh)
Editor : Aprika Rani Hernanda

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.