RSS FEEDLOGIN

OBLIGASI BTPN: Digulir Juni, Emisi Dirancang Rp1 Triliun

Donald Banjarnahor   -   Senin, 20 Mei 2013, 23:47 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130517_obligasi-b.jpgBISNIS.COM, JAKARTA – PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk akan menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun pada awal Juni mendatang yang akan digunakan untuk mendukung ekspansi kredit yang ditargetkan tumbuh 25%.

Emisi obligasi tersebut merupakan tahap pertama dalam penawaran umum berkelanjutan (shelf registration) II senilai Rp4 triliun yang akan diterbitkan dalam jangka waktu maksimal 2 tahun mendatang.

Seorang eksekutif yang mengetahui rencana ini mengatakan BTPN akan menerbitkan obligasi dengan target raihan dana sekitar Rp1 triliun. Surat utang kemungkinan diterbitkan melalui skema yang sama dengan penerbitan obligasi sebelumnya, yakni dalam dua seri, bertenor 3 tahun dan 5 tahun.

“Kemungkinan sekitar Rp1 triliun, tapi belum fix masih diskusikan. Lihat market dulu juga,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (20/5).

Dia menjelaskan bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi antara lain PT Standard Chartered Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, dan PT Danareksa Sekuritas.

Ketika dikonfirmasi Direktur BTPN Anika Faisal mengakui perseroan sedang melakukan finalisasi untuk emisi obligasi ini. Perseroan akan menggunakan laporan keuangan Desember dalam aksi korporasi ini.

Dengan demikian, emisi obligasi ini wajib diterbitkan paling lambat akhir Juni 2013 atau 6 bulan setelah laporan keuangan yang digunakan. “Kami masih memproses emisi obligasi ini dan rencananya public expose akan dilaksanakan awal Juni,” ujarnya kepada Bisnis.

Dia mengatakan pada emisi tahap pertama ini perseroan masih menghitung besaran surat utang yang akan diterbitkan. Namun, tuturnya, jumlah emisi tahap I ini berkisar Rp1 triliun. “Nilainya tahap I mungkin Rp1 triliun.”

Source : donald banjarnahor dan Lavinda

Editor : Ismail Fahmi

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.