RSS FEEDLOGIN

Nilai Investasi Pan Pacific Tumbuh 100%

Herdiyan   -   Selasa, 07 Mei 2013, 00:57 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130507_panpasifik asuransi.jpgBISNIS.COM, JAKARTA --- Nilai investasi PT Pan Pacific Insurance pada kuartal I tahun ini mencapai Rp229,07 miliar atau tumbuh 100% dibandingkan dengan periode yang sama 2012  yang  Rp114,108 miliar.

Dana kelolaan perseroan diinvestasikan ke sejumlah instrumen seperti deposito berjangka dan sertifikat deposito, saham, surat utang, penyertaan langsung dan bangunan serta tanah.
 
Investasi perusahaan itu paling besar di instrumen deposito senilai Rp185,78 miliar atau tumbuh 151% dibandingkan dengan kuartal I tahun 2012 yang mencapai Rp73,8 miliar.
 
Direktur Keuangan PT Pan Pacific Slamet Adijuwono mengatakan investasi di deposito lebih besar karena instrumen ini dinilai lebih likuid dibandingkan yang lain.
 
"Nilai nominalnya juga bila jatuh tempo tidak menjadi turun atau naik," kata Slamet kepada Bisnis (6/5/2013).

Pada kuartal I tahun ini, nilai investasi di bangunan dengan hak strata atau tanah dengan bangunan untuk investasi turun menjadi Rp10,82 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,3 miliar.
 
Slamet mengatakan penurunan nilai itu karena ada penyusutan. "Namun, apabila dinilai secara SAP [Statuory Accounting Practise] nilainya akan lebih besar karena mengikuti Nilai Jual Objek Pajak [NJOP] atau harga pasar," katanya.
  
Adapun, nilai investasi saham mengalami penurunan dari Rp5,66 miliar pada kuartal I tahun lalu menjadi Rp4,14 miliar pada periode yang sama tahun ini.

"Untuk investasi saham dan reksadana nilai investasinya turun dibandingkan kuartal 1 tahun lalu karena saat harga pasar bagus untuk investasi ini maka akan dijual," katanya.

Editor : Endot Brilliantono

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.