JAKARTA: Salah satu alasan utama Stoner mundur dari MotoGP adalah hilangnya gairah dalam membalap.
Wajar saja, selama ini seiring meredupnya Valentino Rossi, ajang MotoGP kurang kompetitif mengingat persaingan hanya berkutat pada Stoner, Lorenzo, dan Dani Pedrosa.
Rossi yang membalap untuk Ducati kehilangan kedigdayannya setelah merajai ajang balapan motor terbesar di dunia itu selama 8 tahun.
Namun, dalam seri MotoGP Perancis di Le Mans baru-baru ini, Rossi menunjukkan bahwa balapan MotoGP masih kompetitif bagi Stoner, terutama setelah The Doctor berhasil menyalipnya di tikungan akhir dan memenangkan duel keduanya.
Sejak Rossi masih bergabung dengan Yamaha dan Stoner di Ducati, rivalitas keduanya memang sangat sengit dan terus bergantian menduduki puncak podium.
Kini, setelah Rossi menemukan kembali kepercayaan dirinya dan menjadikan Stoner bergairah kembali, akankah pebalap asal Australia itu jadi mundur? Kita tunggu saja.(api)
Editor :

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.