RSS FEEDLOGIN

MOTIVASI KERJA: Benarkah pegawai bahagia bekerja lebih produktif?

Mursito   -   Jumat, 10 Februari 2012, 09:49 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

Sebuah tim yang berisikan ahli ekonomi menyimpulkan bahwa ada kaitan yang jelas antara kebahagiaan pegawai dan produktivitas mereka. Tim yang dipimpin oleh Andrew Oswald, profesor bidang ekonomi di Warwick Business School, menyatakan bahwa penelitian tersebut punya implikasi terhadap dunia politik dan bisnis.

 

“Kami menemukan bahwa kebahagiaan seseorang punya efek besar dan positif terhadap produktivitas. Penelitian ini menemukan pegawai yang bahagia 12% lebih produktif dan pegawai yang tidak bahagia 10% kurang produktif,” kata Andrew.

 

Penelitian tersebut dilakukan kepada sejumlah orang yang diajak menonton film komedi, sedangkan sebagian lainnya tidak. Ternyata mereka yang menonton film komedi, senang, dan tertawa menjadi lebih produktif dibandingkan yang tidak. Namun selanjutnya, penelitian ini tidak hanya mengkhususkan bahwa mereka yang menonton film komedi akan produktif. Penekanannya justru mereka yang mengalami peningkatan kebahagiaan akan mengalami peningkatan produktivitas juga.

 

Penelitian ini juga menemukan ada hal-hal lainnya yang bisa menurunkan produktivitas, diantaranya mereka yang pernah dalam dua tahun terakhir mengalami penyakit atau ada anggota keluar yang meninggal.

 

Selain itu latar belakang para responden juga ikut diteliti, salah satunya mereka yang orang tuanya baru saja bercerai. Ternyata hal ini tidak membuat pekerjaan jadi kurang produktif. “Mungkin karena responden tidak mengklasifikasikan hal itu sebagai ‘peristiwa kehidupan yang negatif’. Dalam arti, mungkin yang dirasakannya adalah pelepasan dari situasi yang lebih sulit sebelumnya,” lanjut Andrew.

 

Para ekonom telah lama memperdebatkan bagaimana produktivitas dapat ditingkatkan melalui peningkatan keterampilan, pendidikan kerja, atau pengenalan teknologi baru. Tapi mereka menemukan satu unsur penting yang seringkali diabaikan, yaitu emosi manusia.

 

Selanjutnya Andrew menyimpulkan, jika kebahagiaan di tempat kerja membawa peningkatan produktivitas, maka ada baiknya departemen sumber daya manusia dan para manajer mempertimbangkan hal tersebut. (Guardian/aw)

Source : KABAR24.com

Editor :

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.