RSS FEEDLOGIN

Model Bisnis unik di jagat internet

Endy Subiantoro   -   Rabu, 27 Maret 2013, 13:26 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130325_medium  ens.jpgDunia digital tidak hanya menganugerahi pembelajaran masal lewat web content & web video, tapi juga memicu lahirnya model bisnis yang unik. Yang tidak terbayangkan sebelumnya. Inovasi bisnis menjadi lebih bertenaga di dunia maya.

Model bisnis sendiri, secara sederhana,  adalah proses bagaimana menggenerate pendapatan. Secara lengkap, model bisnis menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai baik itu ekonomi, sosial, ataupun bentuk-bentuk nilai lainnya. 

Alexander Osterwalder (www.alexosterwalder.com), penemu Business Model Canvas (BMC) menerjemahkan model bisnis dalam 9 blok yaitu (1) Revenue Stream (2) Cost Structure (3) Customer segmentation/target market (4)Customer Relations   (5) Channel 6) Value Proposition/SP (7) Key Asset (8) Key Activity (9) Key Partner. Jika dikluster, ada empat kelompok utama (1) USP (2) Alokasi Aset (3) Proses Bisnis (4) Model penciptaan pendapatan.

Yang menarik saat ini model bisnis yang unik tercipta karena mensinergikan (connecting)  empat pilar yaitu teknologi informasi (internet), content (value), consumer (sekaligus produsen), dan talent people.

MODEL BISNIS

Yang menarik saat ini model bisnis yang unik tercipta karena mensinergikan (connecting)  empat pilar yaitu teknologi informasi (internet), content (value), consumer (sekaligus produsen), dan talent people.

Kisah model bisnis microlending ala Aldi Haryopratomo adalah salah satu contohnya. Lulusan Harvard Business School (2012), dan Universitas Purdue-AS ini , bersama rekan-rekannya  merintis website kiva.org (www.kiva.org).  Sukses kiva menyebabkan di bisa tampil di  Oprah Winfrey Show. Bahkan Bill Clinton mengajaknya bekerjasama di bidang microlending. Kini situs pembiayaan UKM itu sudah menjangkau 70 negara, termasuk menjadi mitra PT Ruma.

Keluar dari Kiva, Aldi bersama SeanDewitt, Direktur Yayasan Grameen, membangun Rekan Usaha Mikro Anda (Ruma). Ruma (www.rumah.co.id), menawarkan hal baru utk pasar menengah bawah. Setiap mitra, bisa mengunduh aplikasi dari RUMA yang memungkinkan mereka menjadi tempat pembayaran listrik, pembelian pulsa,surveyor konsumen, dan lowong kerja lokal.Hasilnya, RUMA meraih penghargaan Harvard Business School (2010), World Economic Forum. (2012), dan Endevour Global (2012).

Setiap Anda membeli sepasang sepatu Toms, sepasang sepatu lain akan disumbangkan ke orang-orang yang membutuhkan di negara lain seperti di Afrika. Aktivitas bagi-bagi sepatu bagi warga miskin di Afrika itu kemudian  diunduh ke youtube.

Target berikutnya, menjadi mitra pembayaran kredit otomotif,. Mimpinya, membangun perusahaan seperti PayPal di AS.

Melissa Sunjaya  (www.tulisan.com) memiliki kegemarannya menggambar sejak kecil dan berlanjut saat remaja. Kecintaannya pada dunia seni berlanjut ketika dia kuliah di Trisakti dan di Art Centre College di Pasadena, Amerika Serikat di jurusan Visual Communication.

Dari hobi dan kemudian latar belakang pendidikan itulan kemudian Melissa mendirikan Tulisan, sebuah brand tas dengan gaya yang unik bergaya sketsa-sketsa bergaya Persia. Selain tas, Tulisan juga memproduksi dompet dan aksesori rumah meski volumenya tidak sebesar produk tas.

Di luar negeri, Toms (www.tom.com) adalah sebuah perusahaan yang menjual sepatu dan sekarang juga mencoba menjual kacamata. Produk-produk mereka ditujukan untuk anak muda dengan model yang cukup unik. Lalu apa istimewanya? Istimewanya adalah karena ada “cerita di balik produk” sepatu atau kacamata yang dijual. Setiap Anda membeli sepasang sepatu Toms, sepasang sepatu lain akan disumbangkan ke orang-orang yang membutuhkan di negara lain seperti di Afrika. Aktivitas bagi-bagi sepatu bagi warga miskin di Afrika itu kemudian  diunduh ke youtube.

Ted.com juga memiliki model bisnis yang unik. Situs yang digawangi Chris Anderson ini menggratiskan publik global untuk mengunduh video inovasi TED (Teknologi, Entertainment, & Design). Namun TED (www.ted.com) menjual tiket seminar tahunan mereka sebesar US$6.000.

Lulu.com mengubah pola penerbitan buku best-seller tradisional menjadi pola yang memungkinkan semua orang menerbitkan karyanya sendiri. Bisnis modelnya menyediakan perangkat yang memungkinkan  para penulis buku untuk menyusun, mencetak, dan mendistribusikan karyanya via internet.

Jagat internet tetap akan menjadi lahan subur bagi lahirnya model-model  bisnis baru . Inovasi yang tadinya tidak mungkin, kini  menjadi mungkin.



Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.