RSS FEEDLOGIN

MINYAK SAWIT: Cadangan Malaysia Anjlok Karena Ekspor

Reporter   -   Kamis, 11 April 2013, 05:42 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130207_compact_sawit.jpgBISNIS.COM, KUALA LUMPUR -- Stok minyak sawit di Malaysia, produsen terbesar ke-2 di dunia, anjlok ke level terendah dalam 2 tahun, selama 7 bulan di bulan Maret. Hal itu terjadi karena ekspor naik untuk pertama kalinya dalam 5 bulan.

Dewan Minyak Sawit Malaysia mengatakan, persediaan menyusut 11% menjadi 2,17 juta metrik ton bulan lalu dari 2,44 juta ton pada Februari, penurunan bulanan terbesar sejak Januari 2011,

Penurunan melebihi estimasi rerata untuk 7% menjadi 2,27 juta ton, berdasarkan survei Bloomberg.

Produksi naik 2,2% menjadi 1,33 juta ton, sementara ekspor meningkat 10% menjadi 1,54 juta ton.

Dorab Mistry, direktur Godrej International Ltd, mengatakan penurunan stok komoditas yang digunakan dalam segala hal mulai dari biofuel, permen hingga mie instan ini dapat membantu membendung penurunan harga sebesar 34% di Kuala Lumpur pada tahun lalu.

Nilai kontrak berjangka dapat memanjat sampai Mei, diperdagangkan antara 2.400 ringgit (US$791) dan 2.700 ringgit per ton setelah mata uang Malaysia melemah sebelum pemilu dan persediaan yang turun di Indonesia dan Malaysia.

"Saya akan melihat ini sebagai data bullish karena ujung kurva saham sebenarnya lebih rendah dari ekspektasi pasar," kata Ryan Long, wakil presiden kontrak berjangka untuk OSK Investment Bank Bhd di Kuala Lumpur.

Dia juga mengatakan jika produksi masih cukup lambat, terutama di Malaysia Timur, jadi dirinya tidak akan mengharapkan saham untuk membaik secara sementara pada akhir bulan ini. Cadangan mungkin tetap mendekati 2 juta ton dalam 2 bulan ke depan.

Pengiriman mungkin menanjak pada Maret setelah pembeli seperti India dan China  mengisi ulang stok.

Ekspor dari Malaysia naik 3,5% menjadi 456.440 ton dalam 10 hari pertama bulan ini dari 441.025 ton pada periode yang sama pada bulan Maret, menurut perhitungansurveyor Intertek.

Long menambahkan jika harga minyak sawit untuk pengiriman Juni yang berakhir saat sesi pagi sedikit berubah pada 2.397 ringgit per ton di perdagangan Bursa Malaysia Derivatives.

Harga bisa naik ke level 2.520 ringgit dalam 2 minggu ke depan. (ra)

 

Source : Giras Pasopati/Bloomberg

Editor : Rustam Agus

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.