BISNIS.COM, JAKARTA—Kementerian Kesehatan Libya mencatat lima puluh satu orang telah tewas dan 300 orang lainnya menderita keracunan sejak Sabtu 9/3/2013 di Tripoli ibukota Libya setelah meminum alkohol oplosan.
Konsumsi dan penjualan alkohol dilarang di negara Afrika Utara namun penjualan alkohol tersedia di pasar gelap.
Dalam sebuah pernyataan di situsnya Kementerian Kesehatan Libya mencatat 38 orang tewas di Tripoli dan 13 orang lainnya telah meninggal saat dalam perjalanan ke Tunisia untuk pengobatan.
“Ada 378 kasus keracunan alkohol sejauh ini,” kata pihak Kemenerian Kesehatan seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/3/2013).
Kementerian Kesehatan Libya meyakini ramuan ilegal telah mengandung methanol dan menyebabkan kematian.
Namun pihak Kementerian Kesehatan Libya belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai alkohol dan sumbernya.
Dengan panjang perbatasan Libya yang cukup terbuka telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam perdagangan narkoba dan alkohol sejak perang 2011 yang menggulingkan diktator Muammar Gaddafi.
Source : Reuters
Editor : Endot Brilliantono

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.