Tak disangkal lagi, tarif Internet di Indonesia termasuk yang termahal di dunia. Dan tarif yang mahal itu ternyata tidak diimbangi dengan kualitas dan kecepatan yang semestinya.Memang benar kondisi geografis Indonesia yang sangat luas dengan ribuan pulau yang berbukit, banyak gunung dan lembah membuat pembangunan infrastruktur kabel dan nirkabel akan terkendala.Selain itu, tingginy angka pengguna Internet juga membuat trafik begitu tinggi sehingga kanal yang tersedia pun penuh sesak.Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada Desember 2011, pengguna internet Indonesia tercatat mencapai 55 juta jiwa atau 23% dari total populasi orang Indonesia.
Dengan angka ini, Indonesia mencatatkan diri sebagai negara dengan jumlah pengguna Internet no. 8 terbanyak di dunia dan terbanyak ke-4 di Asia setelah China, India dan Jepang. Semakin banyak jumlah pengguna Internet yang harus dilayani tentu membuat rata-rata kecepatan internet semakin turun.Selain itu, perang promosi operator penyedia Internet juga memicu turunnya kualitas layanan, baik kecepatan maupun kestabilan koneksinya.Harga hosting yang mahal dibandingkan dengan di luar negeri juga menjadi pemicu mahalnya koneksi Internet di Indonesia. Untuk mereka yang memiliki web tentu paham bahwa harga hosting server lokal relatif lebih mahal dibandingkan dengan hosting server di luar negri seperti Amerika Serikat atau Singapura.Kecepatan web yang dihosting di server luar negri tentu lebih rendah dibandingkan web yang dihosting di server Indonesia namun demi harga hosting yang lebih murah (bahkan terkadang jauh lebih murah), tidak sedikit pemilik web Indonesia lebih memilih menaruh webnya di luar negri dibandingkan hosting di server lokal.Terakhir, kenapa Internet Indonesia lelet adalah kurang jelasnya regulasi pemerintah. Hal ini lebih banyak dirasakan oleh operator penyedia layanan Internet seluler seperti kewajiban membayar Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) PJI ke pemerintah yang dirasa oterlalu tinggi sehingga membuat hitung-hitungan bisnis balik modal (ROI) dari investasi suatu teknologi misal 3G jadi lebih lambat.(api)
Editor :
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.