Judul buku: Nasional.Is.Me
Penulis: Pandji Pragiwaksono
Penerbit: Bentang Pustaka, Yogyakarta
Cetakan I: Juli 2011
Jumlah hal.: xiv + 330 hlm
Buku bertajuk “Nasional.Is.Me” ini hadir untuk menggugat etos nasionalisme kaum muda yang sedang tergerus. Saat ini, spirit kaum muda banyak yang “absen” dengan nilai perjuangan yang tertancap dalam monumen perjuangan.
Penulis melihat melihat ada beberapa indikasi makin runtuhnya nasionalisme kaum muda di tengah gempuran globalisasi. Pertama, Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang.
Kedua, dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala erkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
Ketiga, masyarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
Keempat, adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
Kelima, munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
Kelima hal tersebut menjadikan nasionalisme tak lagi menancap dalam gerak kaum muda hari ini. Berbagai jebakan yang mengitari kanan-kiri menjadikan kaum muda kehabisan energi melakukan gerak perubahan untuk bangsa.
Dalam konteks ini, penulis melihat bahwa perlu gerak rekonstruksi nasionalisme kaum muda hari ini. Tantangan kebangsaan yang kita hadapi sekarang ini telah bergeser dari isu-isu lama ke isu-isu kontemporer yang membutuhkan nilai-nilai baru yang dikonstruksikan sesuai dengan tantangan zaman.
Tantangan yang harus diatasi oleh kaum muda hari ini adalah membuat Indonesia berdaulat. Berdaulat atas tanah, air, dan segala yang terkandung di dalamnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Kedaulatan tak akan berarti jika kesejahteraan hanya menjadi pepesan kosong, sekadar retorika politik yang manis dan bual. Kedaulatan juga tak akan bermakna manakala harkat dan martabat bangsa sering diinjak-injak bangsa lain.
Nasionalisme baru kaum muda adalah nasionalisme original yang tidak dibangun dari atas lalu meluncur ke bawah yang oleh sejarawan Charles Tilly, disebut sebagai state-led nationalism. Sebab, nasionalisme kaum muda adalah nasionalisme yang tidak dibentuk oleh rezim, melainkan sesuatu yang muncul secara alamiah.
*) Peresensi adalah Pustakawan di Center for Multicultural Studies Yogyakarta
Source : Muhammadun
Editor :
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.