RSS FEEDLOGIN

MASALAH PENDIDIKAN: Disayangkan, mahasiswa studi ke LN tapi tak kembali

Adhitya Noviardi   -   Minggu, 26 Februari 2012, 14:39 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

JAKARTA: Wamendikbud Musliar Kasim  menyayangkan mahasiswa yang dapat beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk studi di luar negeri, tapi tidak kembali ke Tanah Air untuk mengabdi."Ada mahasiswa Indonesia yang belajar di Australia dengan biaya dari pemerintah, tapi setelah selesai tidak kembali. Malah bekerja di negara tersebut. Ini sangat memprihatinkan," kata Musliar hari ini saat membuka Pameran & Seminar Pendidikan Jepang di Jakarta.Menurut dia, seharusnya mahasiswa yang sudah mendapat beasiswa dari pemerintah, pulang lagi ke Indonesia, karena uang itu hasil pinjaman dari Bank Dunia.Musliar menuturkan pameran Japan Education Fair in Indonesia (JEFI), yang diadakan oleh Pandan College Indonesia ini, sangat bagus karena bisa membuka wawasan masyarakat tentang pendidikan di Jepang.Dalam acara yang berlangsung hingga sore di Hotel Sari Pan Pacific, dan dikunjungi oleh ratusan siswa SMA dari Jabodetabek tersebut,  ditampilkan pembicara Agus Suheman Suryadimulya, alumi mahasiswa Jepang yang kini dosen Unpad Bandung.Agus menuturkan untuk sekolah di Jepang harus bisa berbahasa negara itu. "Karena itu, sebelum berangkat ke sana, harus belajar dulu bahasa Jepang, supaya bisa cepat memahami cara belajar di sana. Karena memang di sana, dominan memakai bahasa Jepang," ujanya.Richard Y. Susilo, Komisaris Pandan College International, menuturkan Jepang saat ini mulai kesulitan mencari penerus bangsa, dengan menurunnya jumlah generasi muda. "Sekolah dan perguruan tinggi di Jepang mulai kekurangan peserta, jika hanya mengandalkan warga negaranya," ujarnya.Jumlah generasi muda di Jepang sangat menurun, karena tingkat kelahiran sangat rendah. Akibatnya banyak sekolah kekurangan pelajar, dan bahkan ada sekolah yang sudah berdiri sangat lama terpaksa tutup karena pelajarnya tidak ada," ujar Richard.Menurut dia, Jepang sekarang membuka kesempatan seluas-luasnya terhadap masuknya pelajar asing. Untuk memudahkan belajar di Jepang, universitas di Jepang juga mulai membuka belajar menggunakan Bahasa Inggris.Dia menuturkan belajar di Jepang memberikan banyak kelebihan, dibandingkan dengan belajar di Amerika Serikat. "Ilmu dan teknologi yang sangat maju, sudah menjadi jaminan untuk belajar di Jepang. 86.000 masyarakat Indonesia kini belajar di negata itu," ungkapnya. (api) 

Editor :

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.