JAKARTA-Jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Kota Manado, Sulawesi Utara pada Minggu (17/2/) terus bertambah hingga menjadi 14 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan terdata 13 orang meninggal akibat longsor dan 1 orang meninggal karena hanyut.
Ke-14 korban yang meningggal itu ditemukan di berbagai tempat, yakni Kelurahan Tingkulu ada 4 orang, Kelurahan Ranomut, Kecamatan Paal II ada 2 orang, Perum Citra Land ada 6 orang, Kelurahan Paal IV ada 2 orang.
"Untuk jumlah pengungsi akibat bencana tersebut ada sebanyak 1.500 orang," katanya hari ini (18/2).
Menurutnya, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh Tim Gabungan dan beberapa korban berhasil diidentifikasi, sedangkan yang lain masih dalam proses identifikasi oleh TIM DVI Kepolisian.
Beberapa korban longsor yang wafat diidentifikasi berdasarkan ditemukannya di lokasi longsor adalah Kelurahan Pal IV ada 1 orang atas nama Jumair Pulumodajo (10 tahun), Kelurahan Tingkulu Ling V ada 1 orang An. Charles Taroeh (28 tahun), Kelurahan Yingkulu Ling VIII ada 4 orang atas nama Ribka Ruru (22 tahun), Ribka Gosal (9 Tahun), Gracia Gosal (3 tahun), Taroreh (28 Tahun).
Kemudian, Kelurahan Singkil Ling V ada 1 orang atas nama Ridel Lintongan (5 tahan), Kel. Winangun di Perum Citra Land Eden Briges ada 2 orang meninggal (atas nama Mokodaser Oroh dan satunya masih diidentifikasi) serta 1 orang masih terjepit.
Source : Rochmad Fitriana
Editor : Yusran Yunus

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.