BISNIS.COM,DENPASAR—Ratusan keluarga penjemput masih menunggu dan memastikan nama korban pesawat Lion Air JT 960 tujuan Bandung-Denpasar yang jatuh di Bandara Ngurah Rai, BaLi, Sabtu (13/4) pukul 14.10 wita.
Berdasarkan pantauan Bisnis, ratusan keluarga penjemput itu datang menggunakan mobil yang diparkir di depan ruang evakuasi di Pusat Pengendalian Operasi Gawat Darurat Ngurah Rai. saat ini mereka belum dizinkan masuk karena pendataan penumpang masih berlangsung.
Cika penjemput penumpang bernama Steven yang berangkat dari Bandung, pada 12.30 wib merasa was-was dan ingin segera memastikan kondisi keluarganya. “Kita hanya sebentar dizinkan masuk, katanya operator bandara, pendataan masih berlangsung,” katanya kepada BIsnis.
Saat ini pada evakuasi bangkai pesawat jenis Boeing 737-800 milik maskapai Lion Air yang jatuh di Ngurah Rai Bali, PT Angkasa Pura I menutup sementara bandara hingga jangka waktu yang belum ditentukan.
Sherly Yunita, Humas Angkasa Pura I Ngurah Rai mengatakan bandara masih dalam sterilisasi untuk evakuasi bangkai pesawat yang terbelah. “Penutupan masih berlangsung,” katanya di saat diwawancarai di ruang evakuasi di Pusat Pengendalian Operasi Gawat Darurat Ngurah Rai, Bali, Sabtu (13/4).
Penutupan bandara, lanjutnya , difungsikan untuk mempercepat proses evakuasi bangkai pesawat. saat ini evakuasi masih diutamakan dengan mengangkut para penumpang dan barang. adapun pesawat masih menunggu kepastian dari maskapai.
Seluruh penumpang pesawat nahas ini, dinyatakan selamat dan beberapa yang mengalami luka berat sudah dievakuasi ke RS Sanglah, Denpasar.
Data dari AP I Ngurah Rai penumpang terdiri atas 172 orang dewasa, 3 anak-anak, 1 bayi, dan 7 kru. "Total seluruh penumpang dan kru 179 orang," kata Sherly.
Menurut Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Arif Wachjunadi, kecelakaan terjadi pukul 15.35 WITA, dan pesawat Lion Air tipe Boeing 737-800 mengapung di laut dan terbelah di Jimbaran Bali.
Kecelakaan terjadi karena pesawat gagal mendarat di landasan pacu bagian barat Bandara Ngurai Rai. Belum diketahui pasti mengapa Lion Air ini akhirnya mendarat di laut.
Source : Ashari Purwo/Steffi Purba
Editor : Bambang Supriyanto
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.