RSS FEEDLOGIN

LIGA CHAMPIONS: Lagi, Barcelona Protes UEFA Karena 'Tidak Menang'

Bambang Supriyanto   -   Jumat, 05 April 2013, 09:12 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130405_barcatoprotestref.jpgBISNIS.COM,MADRID -- Barcelona mengajukan keluhan tertulis kepada UEFA mengenai wasit asal Jerman Wolfgang Stark, yang memimpin pertandingan kontra Paris Saint Germain berakhir seri 2-2.

Menyingung sejumlah 'kesalahan' saat memimpin pertandingan pertama perempat final, yang berakhir dengan skor 2-2, juru bicara Toni Freixa menjelaskan Barca hanya ingin mengekspresikan keterkejutan kami bahwa wasit tidak mengaplikasikan peraturan-peraturan di Paeis.

Barcelona menuding Stark melakukan kekeliruan dengan menolak membiarkan Javier Mascherano dan Jordi Alba kembali ke lapangan saat PSG bersiap melakukan tendangan penjuru.

Kedua pemain itu sedang berada di luar lapangan untuk mendapat perawatan setelah bertabrakan satu sama lain.

Klub Katalan itu mengatakan peraturan-peraturan pertandingan menetapkan bahwa wasit semestinya dapat menghentikan permainan dalam segala situasi.

"Hal itu layak untuk meminta perhatian wasit di level ini untuk tidak terlihat seperti tidak tahu aturan yang jelas," kata Barca dalam pernyataan mereka.

Setelah pertandingan, asisten pelatih Jordi Roura mengkritik penampilan Stark dan menyebut insiden Mascherano-Alba sebagai contoh. Dia juga menegaskan bahwa gol pertama PSG yang dibukukan oleh pemain Swedia - yang merupakan mantan Barca - Zlatan Ibrahimovic offside "beberapa meter."

Pelatih PSG Carlo Ancelotti juga mengkritik Stark karena memberi penalti telat yang membuat Xavi Hernandez dapat mencetak gol kedua Barcelona. (Antara/AFP)(Foto:dailymail)

Source : Newswire

Editor : Bambang Supriyanto

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.