BISNIS,COM, BEIRUT—Pemerintah Suriah menuduh roket Israel telah menyerang pusat penelitian militer di pinggiran ibukota Damaskus, yang berakibat pada ledakan dahsyat pada Minggu dini (5/5).
Ledakan tersebut terjadi sehari setelah pejabat negeri Zionis menyatakan telah meluncurkan serangan udara dengan target rudal di Suriah. Pusat penelitian yang digempur pada Minggu itu juga pernah dijadikan target oleh Israel pada Januari silam.
"Serangan baru Israel merupakan upaya untuk meningkatkan moralitas kelompok teroris," ujar stasiun televisi resmi Suriah seperti dikutip oleh Reuters, yang mengacu pada serangan terakhir oleh pasukan Presiden Bashar al-Assad menentang pemberontak.
Lembaga Hak Asasi Manusia Inggris yang berbasis di Suriah mengungkapkan, berdasarkan saksi mata di daerah tersebut, mereka melihat pesawat-pesawat di langit saat terjadinya ledakan.
Pihaknya mengatakan ledakan itu menyasar pusat militer Jamraya yang juga berdekatan dengan gudang amunisi.
Namun, belum ada komentar dari negera Yahudi mengenai ledakan Minggu ini. "Kami tidak menanggapi laporan semacam ini," ujar juru bicara militer Israel kepada Reuters.
Di Washington, Kementerian Luar Negeri AS dan Pentago juga enggan berkomentar, begitu juga dengan Kedutaan Israel yang menolak untuk berkomentar. (Antara/Reuters)
Editor : Ismail Fahmi

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.