Cloud computing atau komputasi awan menjadi tren yang marak dibahas beberapa tahun terakhir.
Salah satu inovasi di dunia teknologi informasi dan komunikasi (TIK), komputasi awan hadir
menggabungkan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasis Internet.
Layanan cloud memungkinkan pelanggan meningkatkan kinerja sembari menghemat biaya yang diperlukan untuk melakukan pengadaan infrastruktur dan perangkat keras, listrik untuk server, pembelian software untuk aplikasi hingga memotong anggaran perawatan dan tenaga TI profesional. Manfaat-manfaat tersebut, sangat berguna bagi usaha kecil dan menengah, korporat, bahkan konsumen ritel.
Lembaga riset Frost & Sullivan memprediksi komputasi awan bakal menjadi teknologi arus utama di
Asia Pasifik. Melihat peluang itu, PT Cyberindo Mega Persada masuk ke bisnis komputasi awan dengan merek CBNcloud. Chief Executive Officer PT. Cyberindo Mega Persada, Budhi Wibawa, mengatakan “Tren komputasi awan yang mewabah ke banyak Negara menunjukkan bahwa tren ini valid dan diterima pasar. Kami sendiri menyediakan layanan yang sesuai gerak pasar Indonesia,” ujarnya mantap.
Melalui CBNcloud, pengguna dapat mengakses kumpulan server untuk menjalankan aplikasi secara
leluasa. Pengguna seolah-olah merasa memiliki daya komputasi tidak terbatas, padahal tidak
membeli, memesan, menginstalasi sistem tersebut sebelum digunakan. Menurut Budhi, CBNcloud
menawarkan instalasi yang instant. Ketika pelanggan membutuhkan daya komputasi, kapasitas storage maupun aplikasi software, hanya dalam beberapa menit layanannya sudah tersedia. “Kami menyiapkan layanan yang instan. Itu kuncinya,” ucap Budhi.
Keunggulan lain dari dari CBNcloud adalah fleksibilitas waktu penambahan kapasitas. Pelanggan dapat mengatur dan mengubah kapasitas sesuai waktu yang dibutuhkan, bisa sehari, sepekan, atau
sebulan. Ambil contoh perusahaan finansial yang di akhir bulan perlu daya komputasi lebih besar
dibandingkan pertengahan bulan. Saat menggunakan teknologi tradisional, daya komputasi yang tersedia besarannya bersifat tetap sejak awal hingga akhir bulan.” CBNcloud mengandung elastisitas yang memungkinkan pelanggan mengaturnya sesuai sumber daya TI yang dimiliki,” ujar Tony
Hariman,Chief Technology Officer PT. Cyberindo Mega Persada.
Sifat fleksibilitas CBNcloud tadi memberi pengaruh ke efisiensi biaya. Penggunaan layanan CBNcloud dapat menghemat biaya TIK, sebab menerapkan sistem pembayaran sesuai penggunaan atau pay as you grow. Berdasarkan referensi dari penggunaan layanan cloud di Amerika Serikat sendiri, rata-rata biaya yang dapat ditekan lewat adopsi cloud berada dalam kisaran 38%.
Di pasar Indonesia, segi keamanan dari layanan serupa masih seringkali diragukan. Namun Tony
menampik keraguan itu. “Lingkungan cloud yang kami sediakan aman, mulai dari jaringan hingga
firewall. Integritas data pelanggan pun terjamin” ujar Tony. CBNcloud mengimplementasikan zero-
trust network yang berfungsi mencegah terjadinya komunikasi di antara virtual machine tanpa penambahan konektor. Bentuk keamanan lain yakni penggunaan firewall untuk membatasi legalitas alamat Internet protokol yang dapat mengakses sejumlah appliance. Untuk menjamin integritas data, terdapat public atau private encryption key pada setiap volume data. Sistem ini menjaga agar setiap volume data hanya dapat dijalankan dan dibaca di dalam lingkungan CBNcloud.
CBNcloud menyediakan dua model bisnis dalam menawarkan layanan cloud ini, yakni Insfrastructure-as-a-Service (IaaS) dan Software-as-a-Service (SaaS). CBNcloud menyediakan IaaS dalam beberapa bentuk, salah satunya Virtual Dedicated Server (VDS). VDS memberi keleluasaan bagi pelanggan untuk memiliki server tanpa perlu membeli dan merawat sendiri perangkat tersebut.
Bentuk lain dari IaaS yakni cluster server. Pelanggan dapat memiliki mesin server kapan pun dibutuhkan, meningkatkan kapasitas mesin server, dan menjalankan kumpulan mesin server menjadi sebuah mesin server virtual yang besar.
CBNcloud juga menyediakan Virtual Private Data Centre (VPDC) dengan berbagai pilihan virtual
appliance. Layanan VPDC terdiri dari beberapa server yang disatukan dalam bentuk grid. “VPDC cocok untuk korporat besar yang membutuhkan efisiensi biaya melalui layanan cloud tapi tidak mau infrastruktur TI nya dipakai bersama pengguna lain,” tutur Budhi.
Sementara, di model bisnis SaaS terdapat beberapa bentuk, yakni Hosted 365, Hosted Exchange, Collaboration, e-commerce, dan Back-up-as-a-Service. Adapun, Plat-form-as-a-Service (PaaS) saat ini tengah dikembangkan oleh CBNcloud dan ditargetkan bisa berjalan diawal 2013.
Source : Digital Marketing
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.