BISNIS.COM, JAKARTA—Kementerian Perhubungan menyatakan akan menerapkan kartu khusus dalam sistem e-ticketing bagi penumpang kereta api yang tidak mampu.
Direktur Jenderal Perkeretapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan menyatakan penerapan kartu khusus bagi penumpang ekonomi dalam sistem e-tiketing bertujuan agar penggunaan dana subsidi bagi kereta ekonomi tepat sasaran.
Tundjung menjelaskan penerapan kartu khusus itu akan dijalankan bila integrasi sitem e-ticketing telah dipersiapkan oleh PT Kereta Api Indonesia.
“Tidak benar kalau ada yang bilang tidak ada keberpihakan Pemerintah pada masyarakat. Harus mengatasi keterbatasan daya beli masyarakat dan [tetap] meningkatkan kualitas pelayanan kereta ekonomi menjadi AC,” ujarnya di sela-sela Diskusi Reformasi Kereta Api Perkotaan di Jakarta gari ini, Rabu (27/3/2013).
Dia menjelaskan pada tahap awal penerapan kartus khusus bagi penumpang yang tidak mampu akan diberlakukan pada saat sistem e-tiketing diterapkan pada KRL perkotaan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
Penerapan sistem e-tiketing, tuturnya, direncanakan akan diterapkan oleh KAI pada Juli 2013.
Dia menilai penerapan sistem e-tiketing sebaiknya ditunda hingga mekanisme penerapan e-tiketing bagi masyarakat tidak mampu telah ditetapkan dan pengintegrasian sistem dipersiapkan dengan baik.
Dia menjelaskan pemerintah akan memberikan dana subsidi hanya kepada penumpang KA tidak mampu yang memiliki kartus khusus sehingga dana subsidi tepat sasaran.
“Hanya mekanisme yang berubah. Dulu memberikan PSO kepada seluruh penumpang ekonomi massal dan campur aduk [namun] sekarang hanya kepada yang membutuhkan,” katanya.
Source : Henrykus F. Nuwa Wedo
Editor : Sutarno

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.