RSS FEEDLOGIN

KRISIS SURIAH: Alat Mata-mata Israel Ditemukan di Dekat Pantai

Winda Rahmawati   -   Jumat, 08 Maret 2013, 00:36 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130214_presiden suriah.jpgREUTERS, BEIRUT—Suriah menyatakan, pihaknya telah menemukan sebuah kamera mata-mata Israel yang memantau lokasi sensitif di daerah pesisir lautan Mediterania.

Televisi nasional, Kamis (7/3/2013),menayangkan gambar kamera yang dipakai, yaitu 6 baterai besar dan gigi transmisi beserta batu palsu yang digunakan untuk menyamarkan peralatan tersebut.

Dari situs resmi yang dikutip oleh televisi nasional, peralatan itu ditemukan beberapa hari terakhir lalu di lokasi pesisir pantai yang tidak disebutkan.

Penemuan itu menyoroti peranan Israel yang ikut bermain dalam pemberontakan melawan Presiden Bashar al-Assad.

Disebutkan kamera itu telah menyiarkan gambar-gambar secara real time dan pernah digunakan untuk melayani Israel dan kelompok teroris bersenjata--para pejabat berlabel Suriah sebagai gerilyawan yang berjuang untuk menggulingkan Assad.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan dia sedang memeriksa laporan itu dan tidak membuat komentar lebih lanjut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor tidak mau mengomentari laporan mengenai peralatan mata-mata, dengan mengatakan,"Kami tidak akan terseret ke dalam perang sipil Suriah. Tidak di medan pertempuran verbal atau dalam bentuk propaganda, maupun dalam dunia yang nyata," ujarnya.

Peralatan yang ditampilkan di televisi Suriah dan batu-batuan tiruan yang digunakan untuk menyamarkannya—menyerupai barang-barang yang disita di Lebanon dalam beberapa tahun terakhir lalu. Pemerintah Lebanon juga menyatakan peralatan itu juga digunakan oleh Israel untuk memonitor pergerakan di dalam Lebanon.

Suriah, dilanda perang sipil dimana PBB dalam laporannya menyatakan 70.000 orang tewasa dan merebak hampir 2 tahun lalu dengan protes damai yang pada mulanya menentang Presiden Assad.

Source : Reuters

Editor : Sutarno

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.