RSS FEEDLOGIN

KREDIT USAHA RAKYAT: Wapres Boediono Minta Bank Lebih Aktif

Mia Chitra Dinisari   -   Minggu, 21 April 2013, 13:04 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130411_rupiah lagi.jpegBISNIS.COM, PALANGKARAYA--Wakil Presiden RI Boediono meminta kalangan perbankan untuk terus lebih aktif menjangkau para pelaku kegiatan ekonomi, melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).

Wapres mengatakan langkah itu dilakukan untuk membantu pengusaha kecil yang belum banyak mendapat bantuan kredit usaha. "Kontribusi perbankan berarti membuka ruang untuk menjangkau mereka lebih besar lagi," ujar Wapres saat berdialog dengan para penerima KUR, dan perwakilan PNPM Mandiri, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Menurut Wapres, program KUR menjadi prioritas pemerintah demi mendorong kegiatan ekonomi kecil, aebagai kunci kemajuan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, kata Wapres, keberadaan pelaku ekonomi kecil juga sangat penting untuk membuka lapangan kerja di daerah setempat. Sehingga, KUR merupakan salah satu ujung tombak perbaikan ekonomi rakyat.

Selain mendorong perbankan menjangkau lebih besar pengusaha kecil, Wapres juga menghimbau program PNPM mandiri ditingkatkan, untuk mengatasi kemiskinan didaerah-daerah.

Termasuk juga untuk mendukung pembangunan infrastruktur dasar di daerah, seperti drainase, jembatan, saluran air bersih dan lainnya.

Sementara itu, dalam pertemuan itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustinus Teras Narang mengatakan, di Kalteng penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai belum bankable.

Karena itu, dia berharap akan lebih banyak perbankan yang menyediakan KUR, bagi masyarakat Kalteng, untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Dia menjelaskan, meski demikiam selama tiga tahun terakhir, pertumbuhan penyaluran KUR di Kalimantan Tengah naik pesat, dari angka Rp 552 Milyar pada 2010 menjadi Rp1.57 Trilyun pada 2012. Selain itu, katanya, jumlah debitur pun meningkat sebesar 105.7%.

"Penyaluran KUR di Kalimantan Tengah didominasi sektor perdagangan, hotel dan restoran 49%, sektor pertanian 32% dan sektor lainnya (akumulasi sektor industri, konstruksi, gas dan air bersih, pertambangan dan jasa) 19%," ujarnya.

Menurut Agustinus, sejumlah hambatan yang ada antara lain masih terbatasnya jaringan kantor bank, terbatasnya jumlah penerima KUR yang visible, terbatasnya jumlah sumber daya dan masalah koordinasi.

Dalam pertemuan itu, Wapres juga menyaksikan penyerahan KUR oleh lima bank nasional senilai Rp1,074 miliar yakni dari bank BRI, Bank BNI 46, Bank BTN, Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah.
(faa)

Editor : Fahmi Achmad

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.