BISNIS.COM, SURABAYA – Jawa Timur menyumbangkan porsi terbesar secara nasional penyaluran kredit usaha rakyat sebesar Rp14,45 triliun atau 28,19% dari total Rp40,69 triliun di Indonesia.
Pengamat ekonomi Ikhsan Modjo mengatakan setelah Jawa Timur, kontribusi kedua penyaluran kredit usaha rakyat yakni Jawa Tengah sebesar 27,57%, Jawa Barat sebesar 23,75%, Sulawesi Selatan sebesar 10,59%, dan Sumatera Utara sebesar 9,89%.
“Penyaluran kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jatim pada 2012 mencapai Rp68,53 triliun atau meningkat 9,93% dibanding tahun sebelumnya. Kredit UMKM didominasi bank pemerintah yang mencapai 54,86%, bank swasta 43,53%, dan bank asing 1,58%,” ujar Ikhsan, Kamis (7/3).
Dia menjelaskan fungsi intermediasi perbankan di Jawa Timur meningkat tercermin dari naiknya LDR (loan deposit ratio) dari 70an% ke 80%-85% dan disertai dengan kualitas kredit yang tetap terjaga.
“LDR di bawah 100% artinya jumlah tabungan di bank jauh lebih besar dibandingkan dengan penyaluran kredit bank ke masyarakat. Ini menarik, bank harus lebih agresif lagi menyalurkan kredit ke masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, lanjutnya, kualitas kredit cenderung membaik yang tercermin dari turunnya nonperforming loan (NPL) dari 2,64% ke 2,60% sehingga mengindikasikan membaiknya penyaluran kredit.
“Selain itu perbankan Jatim masih mendapatkan margin yang semakin tinggi, tercermin dari angka NIM [net interest margin] yang semakin meningkat sebesar 6,5%,” paparnya. (if)
Source : Siti Nuraisyah Dewi

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.