RSS FEEDLOGIN

KOPERASI SISWA: Media Meningkatkan Kader Masa Depan

Mulia Ginting Munthe   -   Selasa, 14 Mei 2013, 21:05 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130306_koperasi indonesia1 (antara).jpgBISNIS.COM, JAKARTA--Pengembangan koperasi siswa di sekolah menjadi bagian penting dalam meningkatkan jumlah kader-kader koperasi masa depan sehingga pelaku koperasi lebih siap menghadapi tantangan ekonomi global.

Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Setyo Heriyanto, mengemukakan langkah tersebut perlu dilakukan, mengingat persaingan dalam bisnis koperasi akan semakin terbuka menghadapi era globalisasi.

”Koperasi siswa merupakan wadah pembentukkan kader-kader koperasi, sehingga pemberdayaan dan peningkatan peran koperasi siswa (Kopsis) menumbuhkan minat mereka terhadap perkoperasian perlu dilakukan,” katanya kepada Bisnis, Selasa (14/5/2013).

Straegi itu bisa dilaksanakan melalui sinergi antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan stakeholder atau pemangku terkait lainnya. Penumbuhan jiwa wirausaha pemuda bisa dilakukan melalui praktek berkoperasi bagi siswa SMA sederajat.

Sebab, kata Setyo, melalui Kopsis siswa bisa belajar berorganisasi, menjalin kerja sama dan mengekspresikan daya inovasi dan kreativitas sehingga mereka akan jadi lebih mandiri. Karena itu perlu peningkatan kualitas kelembagaan koperasi sekolah.

Koperasi memiliki ciri khas berbeda dibandingkan dengan badan usaha lainnya. Misalnya, anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna jasa. Untuk itu, pembelajaran tentang koperasi perlu diperkenalkan sejak dini, sehingga keberadaan Kopsis yang dikelola siswa perlu ditumbuh-kembangkan.

”Itu sebabnya peningkatan pemahaman perkoperasian bagi siswa akan lebih efektif apabila mata pelajaran koperasi masuk dalam kurikulum mata pelajaran ekonomi dan diberikan dengan porsi yang memadai guna mendukung pemahaman mereka.”

Untuk itu, sinergi perlu dibangun antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu tentu saja dengan pihak terkait lainnya, seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Staretgi lainnya, melibatkan siswa dalam aktivitas kepemudaan serta pada Badan Usaha Milik Negara. Lembaga itu dinilai perlu memberi kesempatan kepada lulusan SMA sedeajat yang aktif dalam Kopsis dalam program pengembangan kewirausahaan.

”Panduan penyelenggaraan audisi koperasi di lingkungan sekolah juga telah disiapkan bagi pembina di daerah sebagai referensi pelaksanaan secara mandiri melalui surat edaran Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM,” papar Setyo Heriyanto.

 

Editor : Martin Sihombing

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.