JAKARTA - Tak ada kata lagi yang bisa diucapkan selain fantastis! Ya, konser grup band asal Manchester, Inggris, The Stone Roses di Lapangan D, Senayan, Jakarta, Sabtu (23/2) malam sangatlah memukau.
Walaupun di usia yang rata-rata 50-an, Ian Brown (vokalis), John Squire (gitaris), Gary Mani Mounfield (basis), dan Alan John Wren alias Reni (drummer) tetap tampil dengan stamina yang mumpuni dan maksimal. Ibarat pepatah 'makin tua makin jadi'.
Ribuan penggemar mereka yang didominasi 'angkatan 90' dan sudah menanti puluhan tahun akhirnya terpuaskan. Konser itu sendiri dipromotori oleh Flux and Play.
Dalam kurun waktu 90 menit, mereka tampil di panggung dengan membawakan lagu-lagu hits mereka. Dibuka dengan I Wanna Be Adored, para penonton langsung larut bernyanyi bersama, layaknya sebuah paduan suara massal.
Kata-kata 'terima kasih' dan 'selamat malam' kerap diucapkan Ian Brown yang pernah mengadakan konser di Jakarta tiga tahun silam. Diikuti lalu dengan hits mereka lainnya seperti Mersey Paradise, Water Fall, Sally Cinnamon, dan Going Down secara berturut-turut.
Konser malam itu terbilang meriah, dengan permainan tata lampu dan laser yang menghiasi setiap lagu ditambah tata suara yang megah, dilengkapi permainan visual background stage yang teramat sangat super keren.
Akhirnya mereka mengakhiri konser mereka tanpa encore dan berturut-turut membawakan Elephant Stone, She Bangs the Drums, Made of Stone, dan I am the Resurrection sebagai lagu pamungkas.
Stone Roses terbentuk sejak 1983. Band ini cukup popular di masa 1990-an. Namun pada 1996 mereka sempat vakum dan barulah pada 2011, mereka mulai kembali aktif hingga kini. (fsi)
Source : Wawan Kurniawan
Editor : Fajar Sidik

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.