RSS FEEDLOGIN

KOMODITAS KAKAO: Gerakan Kakao Indonesia Kurang Efektif

Immanuel Giras Pasopati   -   Jumat, 12 April 2013, 16:30 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130412_gernas kakao.jpgBISNIS.COM, JAKARTA -- Gerakan Nasional Kakao Indonesia yang sempat dicanangkan oleh Kementerian Pertanian dan Dewan Kakao Indonesia dinilai kurang efektif dalam menambah jumlah produksi kakao.

"Lebih dari Rp1 triliun dianggarkan pemerintah tapi hasilnya tidak efektif untuk menambah pasokan kakao di Indonesia", ujar Zulhefi Sikumbang, Ketua Umum Asosiasi Kakao Indonesia (12/4/2013)

Dirinya menambahkan jika kesalahan pemerintah adalah kurangnya perhatian terhadap sektor penyuluhan. Kakao harus sering dirawat, berbeda dengan komoditas lain seperti sawit, karet, jagung, atau padi.

Hal tersebut disampaikan dalam press gathering tentang industri kakao di Jakarta Futures Exchange, The City Tower Lantai 20, Jl. MH. Thamrin 81 Jakarta.

Seperti diketahui Kementerian Pertanian dan Dewan Kakao Indonesia melalui Gerakan Kakao Indonesia berharap tahun depan Indonesia menjadi produsen biji kakao terbesar di dunia. Untuk itu, pemerintah akan menggenjot target produksi kakao menjadi 1,5 juta ton pada 2014.(msb)

 

Source : Immnanuel Giras Pasopati

Editor : Martin Sihombing

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.