RSS FEEDLOGIN

KINERJA KORPORASI: Laba Bersih Bank Riau Kepri Naik 9,2% Pada 2012

Gita Arwana Cakti   -   Rabu, 22 Mei 2013, 15:03 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130522_bank kepri.jpgBISNIS.COM, JAKARTA—Laba bersih PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri sepanjang tahun lalu naik 9,2% seiring dengan kenaikan pendapatan lembaga keuangan tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan 2012 yang dipublikasikan Rabu (22/5/2013) disebutkan laba bersih perseroan tercatat Rp318,08 miliar, naik 9,2% dibandingkan dengan perolehan 2011 yang Rp291,29 miliar.

Pertumbuhan itu terjadi seiring dengan kenaikan pendapatan bunga dan bagi hasil syariah sebesar 12,14% menjadi Rp1,74 triliun. Sementara itu beban bunga dan bagi hasil syariah naik tipis 4,59% menjadi Rp679,16 miliar. Akibatnya pendapatan bunga bersih perseroan naik 17,58% menjadi Rp1,06 triliun.

Pada pos pendapatan operasional juga tercatat naik 26,74% menjadi Rp97,6 miliar dan beban operasional lainnya naik 18,36% menjadi Rp601,61 miliar.

Sementara itu pendapatan non operasional tercatat turun 16,11% menjadi Rp5,78 miliar. Sedangkan beban non operasional naik 3,43% menjadi Rp15,08 miliar. Sehingga laba sebelum pajak perseroan naik 14,3% menjadi Rp453,46 miliar.

Pada tahun lalu, Bank Riau Kepri menyalurkan kredit Rp10,21 triliun, meningkat 17,45% dari sebelumnya Rp8,69 triliun. Adapun penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perseroan naik 16,13% menjadi Rp15,35 triliun dari Rp13,22 triliun.

Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross tercatat 2,95% per 31 Desember 2012 dan NPL net tercatat 0,19%. Rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio) tercatat 66,49%. Dan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) 75,07%. Adapun margin bunga bersih (net interest margin/NIM) berada pada kisaran 6,72%.

Sepanjang tahun lalu, total aset perseroan tumbuh 16,84% menjadi Rp19,84 triliun dari Rp16,98 triliun. (dot)

Editor : Endot Brilliantono

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.