RSS FEEDLOGIN

PENAIKAN BBM: Industri Makanan & Minuman Jamin Tak Naikkan Harga

Sri Mas Sari   -   Selasa, 16 April 2013, 20:20 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130322_mamin.jpegBISNIS.COM, JAKARTA – Industri makanan dan minuman menjamin kenaikan harga bahan bakar minyak tak akan mengerek drastis harga jual produknya, termasuk yang dihasilkan industri kecil dan menengah.

 

Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Franky Sibarani mengatakan kenaikan harga BBM subsidi yang direncanakan sebesar Rp2.000 per liter tak akan memberatkan karena IKM selama ini menggunakan kendaraan pelat hitam sebatas untuk transportasi bahan baku dan distribusi produk jadi.

 

Sebagian IKM pun mengangkut bahan baku menggunakan truk berpelat kuning yang berbahan bakar solar bersubsidi sehingga tak akan terkena kenaikan harga. Adapun industri berskala besar selama ini menggunakan BBM nonsubsidi sehingga penaikan harga pun tak akan menimbulkan dampak.

 

Seperti diketahui, pemerintah tengah mengkaji penaikan harga BBM subsidi dari Rp4.500 menjadi Rp6.500 per liter, khusus untuk mobil pribadi. Sementara, angkutan umum dan kendaraan roda dua tetap dapat menikmati harga BBM subsidi Rp4.500 per liter.

 

“Kontribusi biaya distribusi terhadap harga hanya 2%-3%. Biaya transport bahan baku, seperti gula dan terigu, juga tidak besar, di bawah 5%. Jadi, tidak masalah. Ada kenaikan, tapi tidak besar,” katanya, Selasa (16/4/2013).

 

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo lebih setuju jika pemerintah menaikkan harga BBM dengan satu harga.

 

Opsi dua harga menurutnya justru akan menggulirkan setidaknya tiga masalah baru, yakni pengawasan, potensi penyalahgunaan dan dampak sosial yang tak sebanding dengan penghematan yang didapat.

 

“Kalau dihitung-hitung, menaikkan dengan satu harga itu lebih realistis, tapi pemerintah tidak confident karena mengedepankan pertimbangan politis,” katanya.

 

 

 

Editor : Fajar Sidik

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.