RSS FEEDLOGIN

KEBIJAKAN PRIVASI: Google Tersandung Di Eropa

Mursito   -   Selasa, 16 Oktober 2012, 21:12 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

LUXEMBOURG—Google Inc didesak oleh regulator Uni Eropa untuk memperbaiki masalah kebijakan privasi setelah penyelidikan menemukan bahwa tanggapan perusahaan tidak lengkap dan tidak memuaskan.

Pengawas perlindungan data mendesak Google untuk mengikuti rekomendasi atas temuan yang disajikan oleh Komisi Nasional Prancis untuk Komputasi dan Kebebasan Sipil, atau CNIL.

Lembaga itu memimpin investigasi kepada Google atas nama otoritas Eropa untuk memperbaiki praktik kebijakan privasi.

Tahun ini Google mengubah sistem untuk menciptakan satu set kebijakan seragam untuk lebih dari 60 produk. Kebijakan itu menuai kritik dari regulator dan pendukung hak konsumen yang khawatir kebijakan baru itu tidak melindungi data yang dikumpulkan pengguna.

CNIL mengatakan beberapa jawaban perusahaan yang berbasis di California itu tidak lengkap dan Google tidak memberikan jawaban yang memuaskan pada isu-isu penting.

Sebelumnya, Google diberitahu oleh regulator UE untuk meningkatkan kebijakan privasi, sebuah peringatan yang dapat memicu babak baru persinggungan dengan pengawas perlindungan data di kawasan Eropa.

Regulator dalam suratnya kepada CEO Google, Larry Page, menyatakan perusahaan itu memperkuat dirinya untuk mengumpulkan sejumlah besar data pribadi pengguna internet tanpa menunjukkan bahwa pengumpulan itu proporsional.

"Google harus memodifikasi praktik mereka ketika menggabungkan data melalui layanan [barunya]," menurut surat itu, seperti dikutip Bloomberg. Juru bicara Google, Niki Fenwick, menolak mengomentari surat itu.

Perusahaan diminta untuk menjelaskan mengapa dan bagaimana penggabungan data tersebut, dan melaporkan bagaimana Google memproses informasi pribadi pengguna. Temuan lengkap kasus ini akan diumumkan pada konferensi pers di Paris, Selasa (16/10) waktu setempat.

Beberapa pihak berwenang Eropa, seperti CNIL, dapat mengenakan denda atas ketidakpatuhan, meskipun surat itu tidak berisi rincian tentang konsekuensi dari penolakan untuk mengubah kebijakan tersebut.

Surat itu juga berisi keharusan Google untuk bekerja dengan otoritas perlindungan data ketika merencanakan layanan yang dapat mempengaruhi privasi pengguna.

Mereka juga diminta untuk memberikan CNIL jadwal ketika akan memperbarui kebijakan privasi dan menerapkan praktik yang terdapat dalam rekomendasi regulator.

Google, raksasa operator mesin pencari internet, sedang menghadapi investigasi privasi oleh pemerintah di seluruh dunia karena debut layanan baru dan langkah-langkah persaingan dengan Facebook bagi pengguna dan pengiklan.

Google juga pernah tersandung atas layanan pemetaanyang dinamakan Street View dengan menggunakan mobil khusus untuk mengambil foto. CNIL mengeluarkan sanksi yang terberat setelah insiden tersebut, berupa denda perusahaan 100.000 euro (US$129.000) pada 2011. (Foto:Dawn.com)(Bloomberg/mtb/msb)

Source : Newswire

Editor :

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.