RSS FEEDLOGIN

KAWASAN INDUSTRI di Luar Jawa Harus Diberi Nilai Tambah

Sutarno   -   Rabu, 13 Maret 2013, 21:12 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

121006_compact_buruh002.jpgBISNIS.COM, JAKARTA—Pengembang kawasan industri meminta pemerintah untuk aktif memberikan nilai tambah di kawasan luar Jawa sehingga pengembangan industri dapat lebih cepat.

Menurut Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKII), Sanny Iskandar, ada banyak hal yang menyebabkan investor belum tertarik untuk mengembangkan kawasan industri di luar Jawa, salah satunya adalah tidak adanya konsep kluster.

"Pengembangan harus dilakukan dengan konsep cluster sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah, ini harus difasilitasi oleh pemerintah terutama di luar Pulau Jawa agar investor juga tertarik," katanya hari ini, Rabu (13/3/2013).

Selain itu, penyediaan infrastruktur seperti fasilitas jaringan dan pembangkit listrik, gas, air bersih dan telekomunikasi, jaringan transportasi, pelabuhan, dan jalan juga harus diprioritaskan.

Sayangnya, proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang selama ini digembar-gemborkan oleh pemerintah hingga saat ini masih belum terlihat dampaknya.

"Pembangun sarana dan prasarana ini mau tidak mau harus melibatkan pemerintah karena kalau dibebankan ke industri berat sekali," jelasnya.

Menurut data HKII, sampai saat ini, total kawasan industri di Indonesia mencapa 29.200 hektare yang tersebar di 13 provinsi atau 27 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, hanya 30% kawasan yang berada di luar Jawa.

"Trennya sudah ada ekspansi ke Sumatera Utara, Makassar, dan Kalimantan Timur. Di Jawa sendiri, koawasan industri sudah mulai merata didorong oleh kenaikan upah yang tinggi di bagian barat sehingga industri padat karya mulai bergeser tengah dan timur," sambung Sanny.

Sebelumnya, HKII memperkirakan perluasan kawasan industri pada 2013 dapat mencapai 1.000 hektare, atau naik sekitar 25% dari realisasi penambahan pada tahun lalu yakni sekitar 800 hektare. Beberapa pengembang dikabarkan telah bersiap memperluas kawasan industri seperti di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Source : Christine Franciska

Editor : Sutarno

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.