RSS FEEDLOGIN

JULIA PEREZ DITAHAN: Dianggap Sadar Hukum, Kejaksaan Acungkan Jempol

Ismail Fahmi   -   Rabu, 20 Maret 2013, 14:24 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130319_julia perez.jpegBISNIS.COM, JAKARTA--Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim) mengapresiasi kesadaran Julia Perez  (Jupe) terhadap status hukum yang menjeratnya.

"Jupe patut menjadi contoh karena atas kesadarannya dia mau menjalani masa tahanan selama tiga bulan. Dia konsisten terhadap proses hukum yang dihadapinya," tegas Pelaksana Harian Kejari Jaktim, Kardi di Jakarta, Rabu (20/3).

Terkait persitiwa mangkirnya Jupe beberapa waktu lalu, Kardi menegaskan bahwa hal itu dibutuhkan penyelidikan sehingga pada saatnya Jupe akhirnya menaati putusan hukum yang dihadapinya.

"Memang hal itu dibutuhkan waktu untuk menyelidikinya. Dan akhirnya Jupe menjalani masa tahanannya," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Jupe Malik Bawazier menegaskan peristiwa yang dianggap sebagai penangkapan oleh sebagian besar pihak itu merupakan rencana yang disepakati Jupe dan Kejari.

"Jupe bukan menyerahkan diri, tetapi dia mentaati dan menjalani proses hukum. Memang kejadian kemarin malam itu sudah merupakan rencana, kesepakatan atas koordinasi antara pihak kita dengan pihak Kejari,"  jelas  Malik.

Jupe menjalani kurungan akibat kasus perkelahian dengan pedangdut Dewi Persik dalam pembuatan film pada 2010 lalu. Kekasih pesepakbola Gaston Castano ini akan menjalani tiga bulan masa hukuman dengan masa percobaan selama enam bulan di Rumah Tahanan Pondok Bambu.

Sebelumnya, Jupe diciduk di rumah pribadinya Raffles Hills Cluster Spring Land Blok T.11 No. 14 Cibubur, Depok, Ciamnggis, Jawa Barat sekitar pukul
21.45 WIB, Senin (18/3) malam.

Jupe dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung. Ia dijatuhi hukuman tiga bulan penjara. Jupe pun sempat buron selama 21 hari. Artis seksi itu dianggap telah mengabaikan dua kali surat panggilan, dan mangkir datang ke kantor Kejari Jaktim. (if)

Source : Wahyu Kurniawan/JIBI

Editor : Ismail Fahmi

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.