RSS FEEDLOGIN

Jokowi & Istri Ogah Kisahnya Dibikin Film

Akhirul Anwar   -   Rabu, 22 Mei 2013, 11:09 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130514_jokowi-jari.jpgBISNIS.COM, JAKARTA—Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Istri Iriana Jokowi menolak perjalanan hidupnya dituangkan dalam sebuah karya film.

Mantan Wali Kota Solo tersebut merasa dirinya bukan tokoh yang layak untuk di-film-kan, karena jauh dari jajaran tokoh–tokoh teras negeri ini.

“Di depan saya ngomong, saya tidak mau karena saya tidak seperti itu. Saya baru kemarin dibicarakan, mestinya ada [pembicaraan], ketemu saya [baru] sekali. Saya bukan tokoh, hanya tikih [tokoh kecil kecilan],” kata Jokowi seusai menghadiri HUT ke-48 Lemhamnas di kantor Lemhannas Jalan Merdeka Selatan Jakarta, Rabu (22/3/2013).

Film ‘Jokowi’ bakal dirilis 20 Juni 2013, namun Jokowi sebagai tokoh di dalamnya belum tahu isinya seperti apa. Dalam waktu dekat Jokowi akan memanggil produser film untuk menanyakan tiba tiba munculnya film tersebut tanpa ketemu lebih dulu. “Saya nggak mau. Karena saya ngerasa nggak seperti itu, saya mau ketemu [produser],” ungkapnya.

Film berjudul "Jokowi" karya KK Dheeraj menginginkan film tersebut dirilis sehari sebelum ulang tahun Jokowi 21 Juni atau dua hari sebelum ulang tahun Jakarta 22 Juni.

Film yang disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis itu berkisah tentang kehidupan masa lalu Jokowi, sejak masa kecil hingga berkuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada.

Pengambilan gambarnya dilakukan di Solo dan Yogyakarta itu dibintangi oleh Prisia Nasution (Iriana, kekasih Jokowi), Teuku Rifku Wikana (Jokowi), Ayu Diah Pasha (Ibu Jokowi), dan Ratna Riantiarno (Tarti, saksi hidup Jokowi).

Dheeraj mengungkapkan, film produksi ke-30 dari K2K Production itu adalah titik balik untuk memperbaiki citranya sebagai produser film horor berdana rendah.

"Dana untuk film ini bisa untuk membuat sembilan film horor yang dulu saya biasa buat. Syuting film ini hingga 30 hari, biasanya 10 hari."

Bagi Dheeraj, Jokowi adalah sosok penuh inspirasi. "Ini adalah sebuah penghargaan untuk Jokowi," katanya.

Dia menambahkan bahwa Jokowi sama sekali tidak campur tangan dalam pembuatan film itu. (bas)

Editor : Bambang Supriyanto

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.