RSS FEEDLOGIN

JIWASRAYA: Hasil Investasi Kuartal I Capai Rp1,22 Triliun

Farodlilah Muqoddam   -   Kamis, 18 April 2013, 20:44 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

121228_compact_jiwasraya-em__1_.jpgBISNIS.COM, JAKARTA--PT Asuransi Jiwasraya membukukan hasil investasi Rp1,22 triliun pada kuartal pertama 2013, melampaui target perolehan hasil investasi tahun ini yang ditetapkan Rp1,043 triliun.

Perolehan hasil investasi ini mendorong perolehan laba hingga mencapai Rp771 miliar pada kuartal I/2013, melampaui target 2013 yang ditetapkan sebesar Rp403 miliar.

Harry Prasetyo, Direktur Keuangan Jiwasraya, mengatakan pada awal tahun ini perseroan mendapatkan keuntungan dari strategi pengalihan instrumen investasi dari reksadana ke saham sehingga melejitkan imbal hasil investasi.

“Strategi pengalihan portofolio investasi menemukan momentumnya ketika kondisi pasar sedang sangat bagus,” katanya hari ini, Kamis (18/4/2013).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan mengatakan pihaknya menaikkan target imbal hasil investasi menjadi Rp2 triliun hingga akhir 2013.

Untuk mencapai target tersebut, Mirwan akan mengatur kembali portofolio investasi dengan melihat kondisi pasar. Dia memperkirakan situasi pasar akan fluktuatif mulai pertengahan tahun, bahkan ada potensi koreksi di pasar saham.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, bisa dialihkan ke obligasi sampai 15%,” katanya.

Saat ini, portofolio investasi Jiwasraya masih didominasi reksadana sebesar 49% dari total dana kelolaan sebesar Rp8,3 triliun. Alokasi selanjutnya sebesar 25% portofolio investasi ditempatkan di saham, disusul deposito sebesar 8,5%, obligasi 7%, sementara sisanya terbagi ke sejumlah instrumen investasi lainnya seperti properti dan penjaminan polis.

 

Editor : Sutarno

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.