RSS FEEDLOGIN

JAMSOSTEK Bidik Ibu-Ibu Rumah Tangga Jadi Peserta

R Fitriana   -   Rabu, 08 Mei 2013, 13:54 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130429_jamsostek.jpgBISNIS.COM, JAKARTA—Komunitas anak muda dan ibu rumah tangga menjadi sasaran PT Jamsostek dalam memperluas kepesertaan jaminan sosialnya menjelang beroperasinya BPJS Ketenagakerjaan.

Bahkan, menurut Direktur Kepesertaan PT Jamsostek Junaedi, untuk memperluas kepesertaan itu tidak hanya di perusahaan atau di kawasan sentra-sentra industri melainkan juga di pusat perbelanjaan.

“Banyak cara untuk menyosialisasikan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja, karena kepesertaan BPJS [badan penyelenggara jaminan sosial]  ketenagakerjaan nantinya seluruh pekerja formal dan informal, termasuk dengan anak muda yang nantinya menjadi pekerja,” katanya, Rabu (8/6).

Dia menjelaskan pihaknya menargetkan perolehan peserta hingga mencapai lebih dari 100 juta orang, sedangkan saat ini jumlah kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja mencapai 30,4 juta orang, baik itu peserta aktif dan non aktif.

Sampai dengan saat ini, PT Jamsostek menyelenggarakan tiga acara sosialisasi bertajuk Goes to Society di pusat perbelanjaan, mulai dari Lotte Mart Bandung, Tamini Square Jakarta, Lotte Mart Semarang.

“Pada Mei dan Juni, sosialisasi itu akan dilanjutkan ke Maspion Square Surabaya, Medan, Makasar, Balikpapan, dan Palembang,” jelasnya.

Junaedi menambahkan dalam rangka transformasi BPJS Ketenagakerjaan pada Juni 2015, pihaknya tidak hanya meningkatkan kepesertaan, tapi juga mengejar pertumbuhan investasi dan layanan prima.

“Jaminan sosial bukan sekedar membangkitkan kesadaran masyarakat, melainkan harus menjadi suatu gerakan nasional yang tumbuh dari masyarakat,” tuturnya.

Editor : Yoseph Pencawan

Layak Disimak

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.