RSS FEEDLOGIN

IPO BUMN: 3 Anak Usaha Pertamina Berpotensi Melantai

Ismail Fahmi   -   Kamis, 21 Februari 2013, 21:48 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

JAKARTA—Tiga anak perusahaan PT Pertamina (Persero) berpotensi melaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) karena dinilai memiliki kinerja yang baik dibandingkan dengan anak usaha lainnya.

Deputi Bidang Strategis dan Manufaktur Kementerian BUMN Dwijanti Tjahjahningsih menuturkan ketiga anak perusahaan yang diunggulkan tersebut adalah  PT Tuga Pratama, PT Pertamina Drilling Services Indonesia dan PT Pertamina Gas.

Menurutnya, saat ini induk usaha sedang mengkaji kekuatan dan kelemahan tiga anak perusahaan tersebut. Setelah go public, tiga perusahaan tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan pemegang saham.

“Pertamina masih mengkaji anak usaha mana yang siap untuk di-IPO-kan,” ujarnya, Kamis (21/2).

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN Pandu Djayanto menuturkan pihaknya menunggu keputusan dari tiga BUMN yakni Pertamina, Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Garuda Indonesia yang berencana mengajukan nama anak usaha yang didorong IPO kepada pemerintah.

“Kami harap pada Jumat, 22 Februari 2013, induk usaha itu memberikan daftar anak usahanya,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Kementerian BUMN, sejumlah anak perusahaan BUMN yang telah siap IPO, antara lain Prima Layanan Nasional (PLN) Enjiniring (anak usaha PLN), Pertamina Drilling (anak usaha Pertamina), Pertamina Geothermal Energi (anak usaha Pertamina), GMF Aero Asia (anak usaha Garuda Indonesia, dan Aero Wisata (anak usaha Garuda Indonesia).

Pandu  menjelaskan PLN mengusung nama Prima Layanan Nasional (PLN) Enjiniring atau PLN Batam untuk IPO, serta Pertamina Drilling yang diajukan oleh Pertamina. (if)

Source : Herdiyan

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.