RSS FEEDLOGIN

INVESTASI: Pemko Pekanbaru berkomitmen permudah perijinan

Nurbaiti   -   Rabu, 22 Mei 2013, 15:53 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

PEKANBARU: Guna meningkatkan investasi dan mendorong pembangunan di berbagai sektor, Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen memberikan kemudahan berinvestasi, terutama menyangkut masalah perijinan.

 

Walikota Pekanbaru Firdaus MT mengatakan saat ini, Pekanbaru sudah menjadi salah satu kota investasi terbaik di Indonesia. Selain tingkat perekonomian yang terus bertumbuh, jelasnya, hampir setiap tahun selalu bermunculan pusat perkantoran dan bisnis di Pekanbaru.

 

Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan bila nantinya Pekanbaru menjadi kota terbesar se- Sumatera. “Untuk berinvestasi, pemerintah kota akan memberikan kemudahan dalam segala hal, khususnya masalah perijinan, dengan menerapkan pelayanan satu pintu,” ujarnya, hari ini.

 

Sebagai kota yang masih berkembang dengan tingkat pembangunan yang cukup tinggi, jelasnya, Pekanbaru memiliki potensi dan peluang untuk terus meningkatkan investasinya.

 

Untuk itu, dia berharap dukungan penuh dari masyarakat dan semua pihak agar kondisi masyarakat dan Kota Pekanbaru bisa tetap kondusif, aman, dan nyaman.

 

“Kita akan undang investor yang ingin mengembangkan usahanya, baik lokal maupun nasional dan internasional. InsyaAllah, jajaran pemerintahan akan melayani mereka dengan baik dan akan memberikan kemudahan-kemudahan dalam segala perijinan yang mereka butuhkan,” tuturnya.

 

Secara terpisah, Kepala Biro Perlengkapan Setdaprov Riau Abdi Haro berharap Pemko Pekanbaru menurunkan biaya retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di kawasan Riau Town Square and Convention Centre (Ritos) yang akan dikembangkan.

 

“Kami berharap biayanya [retribusi IMB] bisa dikurangi dari angka Rp8 miliar karena investasi ini tidak murni milik swasta, tetapi juga program pemerintah,” ujarnya.

 

Menurut Abdi, Pemprov Riau menggandeng PT Bangun Megah Mandiri Propertindo untuk mengembangkan RITOS di kawasan Bandar Serai Purna MTQ seluas 3,5 hektar. Proyek senilai Rp1,1 triliun tersebut murni menggunakan dana investor, dengan sistem Bangun Guna Serah (BGS).

 

Dari kerjasama tersebut, lanjutnya, Pemprov Riau akan mendapatkan keuntungan dari perusahaan sebesar Rp70 miliar selama 30 tahun. Selanjutnya, pada tahun ke-31, kepemilikan bangunan tersebut diserahkan kepada Pemprov.

 

Dalam perencanaannya, di kawasan tersebut akan dibangun pusat bisnis dan pusat perbelanjaan, hotel 16 lantai, dan galeri. Selain itu, juga akan dibangun pusat olah raga, seperti venues bowling, squash, dan kolam renang.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.