JAKARTA-- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI mencatat realisasi investasi hotel sepanjang tahun ini mencapai US$800 juta atau naik 229,2% dibandingkan tahun lalu senilai US$243 juta.Ketua PHRI Wiryanti Sukamdani mengatakan peningkatan realisasi investasi baru menandakan prospek bisnis perhotelan di Indonesia masih relatif cerah."Peningkatan investasinya cukup signifikan. PHRI menangkap hal ini sebagai sinyal baik," katanya kepada Bisnis, Selasa (4/12) malam.PHRI mencatat pertumbuhan hotel baru sepanjang tahun ini didominasi oleh bintang tiga dan budget hotel.Asosiasi tersebut memrediksikan tren penambahan hotel budget dan bintang tiga masih akan terjadi pada tahun depan.Hanya saja, PHRI belum bisa memrediksinan peningkatan investasi baru pembangunan hotel pada 2013.Saat ini terdapat sekitar 13.000 unit hotel secara nasional dengan jumlah kamar mencapai 240.000 unit kamar."Kami belum bisa memrediksikan investasi tahun depan karena biaya pembangunan kamar yang tidak sama. Namun, untuk jumlah kamar diperkirakan naik antara 10%--20% pada 2013," ujarnya.Yanti mengatakan asosiasinya memandang penambahan hotel baru pada tahun depan tetap harus cermat untuk menghindari titik jenuh.Penambahan hotel jangan sampai menjadi pasokan penginapan di suatu daerah menjadi over. Padahal, masih ada daerah lain yang membutuhkan tambahan hotel.Di wilayah timur Indonesia, misalnya kawasan wisata Raja Ampat dan Labuan Bajo masih membutuhkan tambahan hotel seiring pertumbuhan wisatawan."Jakarta dan Bali sebentar lagi jenuh. Sebenarnya, hotel di Bali tetap mampu mengejar berapapun okupansi, hanya saja perlu juga memperhitungkan lingkungan," ujarnya.PHRI memutuskan bekerja sama dengan pemerintah daerah berkoordinasi dulu dengan asosiasi sebelum mengeluarkan izin hotel baru untuk memetakan kebutuhan tambahan pasokan. Selain itu, pengusaha harus menjadi anggota PHRI terlebih dahulu sebelum membangun hotel baru.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat hunian kamar rata-rata hotel per Oktober mencapai 54,90% atau naik 0,03 poin dibandingkan dengan bulan yang sama 2011 sebesar 54,87%. Okupansi tersebut dihitung dari 20 provinsi di Indonesia.Pada periode tersebut, okupansi tertinggi tercatat di Provinsi Bali, yakni sebesar 65,80%, diikuti Provinsi Lampung sebesar 65,5% dan Yogyakarta sebesar 62,43%.Adi Satria, Regional Director of Sales, Marketing & Distribution Malaysia-Indonesia-Singapore Accor, Accor, jaringan operator internasional, mengatakan pihaknya juga berencana menambah hotel baru hingga 2015.Accor menargetkan punya 50 unit hotel Ibis di Indonesia hingga 2015. Saat ini, jumlah Hotel Ibis yang beroperasi di Indonesia jumlahnya sebanyak 19 unit.Hotel Ibis baru tersebut nantinya akan beroperasi antara lain di Palu, Makassar, Bali, dan Jakarta."Setelah melihat peluang di pasar, Accor memutuskan terus menambah jumlah Hotel Ibis yang menyasar segmen ekonomi di Indonesia," katanya.(28/18/Bsi)
Editor :
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.