JAKARTA—Kementerian Keuangan mengimbau calon investor untuk mempersiapkan studi kelayakan bisnis sebelum meminta insentif pada pemerintah.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan tidak ingin pemerintah terlihat lemah dengan menawarkan insentif pada investor yang belum menunjukkan keseriusan menanamkan modal di Indonesia.
“Kami tidak sependapat kalau investor belum buat FS bicara didepan umum meminta [insentif]. Negara jadi lemah, terlihat kita menawarkan padahal orang itu tidak serius. Belum melakukan FS dan pembicaraan dengan sektor belum matang sudah minta insentif,” katanya di Istana Kepresidenan, Kamis (14/2).
Dia mengatakan pemerintah siap memberikan insentif untuk membantu investor mencapai internal rate of return (IRR) yang dibutuhkan agar investasinya di Indonesia menguntungkan.
Namun, target IRR dan perkirakaan IRR yang bisa didapatkan di Indonesia harus diserahkan kepada pemerintah dalam bentuk FS yang dibuat secara independen dan menyeluruh.
“Kalau investor mengharapkan IRR 12%, di FS hanya bisa dapat 9%, kita berikan 3% dalam bentuk penyikapan fiskal,” papar Agus. (if)
Source : Demis Rizky Gosta

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.