RSS FEEDLOGIN

Inilah kinerja Ditjen Pajak sejak triliunan rupiah tunjangan remunerasi mengucur

  -   Sabtu, 10 November 2012, 02:23 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

JAKARTA:  Kinerja Ditjen Pajak selama 5 tahun terakhir, atau sejak tunjangan remunerasi untuk pegawai Kemenkeu mengucur sekitar Rp5 triliunan setiap tahun, ternyata mengecewakan.

Berdasarkan data yang diperoleh Bisnis, Jumat (9/11), dalam kurun tersebut, setoran pajak yang surplus hanya terjadi pada 2008, atau pada tahun pertama pemberian tunjangan itu efektif.

 Tahun-tahun berikutnya shortfall Rp14 triliun-Rp34 triliun.Bahkan, shortfall terbesar sepanjang sejarah terjadi pada kurun itu, yakni 2009 sebesar Rp34 triliun. (lihat tabel

Akibatnya, tax ratio Indonesia pada tahun itu pun jatuh ke 11%, termasuk yang paling rendah di wilayah Asia Tenggara. Bahkan, masih lebih rendah dari Laos.

Padahal, pada tahun tersebut sudah dilakukan pengurangan target penerimaan pajak yang juga terbesar dalam sejarah, yakni Rp63 triliun. Jadi, target pajak sudah jauh dipangkas, tetap saja setorannya kurang.

Pada tahun itu, dirjen pajaknya Darmin Nasution dan M. Tjiptardjo. Darmin dilantik Menkeu Sri Mulyani Indrawati sebagai dirjen pajak sejak 27 April 2006, menggantikan Hadi Purnomo.

Adapun, Tjiptardjo yang menggantikan Darmin bertugas mulai 28 Juli 2009, sebelum akhirnya digantikan Fuad Rahmany, yang dilantik Menkeu Agus Martowardojo pada 21 Januari 2011.

Target, realisasi & shortfall pajak (Rp triliun)

-----------------------------------------------------------------------------------

Tahun   APBN    APBNP  +/(-)      Hasil       +/(-)      Tax ratio (%)

-----------------------------------------------------------------------------------

2005       243         255         12           264         9             12,5

2006       325         333         8              315         (18)        12,3

2007       411         395         (16)        381         (14)        12,4

2008       484         481         (3)          494         13           13,3

2009       591         528         (63)        494         (34)        11,0

2010       611         597         (14)        567         (30)        11,3

2011       709         698         (11)        667         (31)        11,8

2012       853         817         (36)        573*        (?)          11,9

-----------------------------------------------------------------------------------

* Per 31 Oktober 2012

Sumber: Kemenkeu & LKPP 2005-2011

 

Sami mawon

Menariknya, fenomena ‘target sudah diturunkan tetapi tetap saja setoran kurang’ ini kembali berlanjut ke tahun-tahun berikutnya. Penurunan target setoran pajak sendiri dimulai di era Darmin, pada 2007.

Pada 2010, target penerimaan pajak diturunkan Rp14 triliun, realisasinya shortfall Rp30 triliun. Tahun berikutnya , saat Fuad Rahmany mulai memimpin Ditjen Pajak, sami mawon.

Target setoran pajak tahun itu juga dipangkas Rp11 triliun, dan realisasinya shortfall Rp31 triliun. Tahun ini, target pajak juga sudah diturunkan Rp36 triliun. Lalu berapa shortfall-nya?

Berdasarkan data prognosa penerimaan pajak 2012 yang diperoleh Bisnis sebelumnya dari Ditjen Pajak, shortfall-nya diperkirakan antara Rp57 triliun sampai Rp73 triliun.

Namun, Fuad punya pendapat lain.  “Saya nggak mau kasih prognosanya karena masih ada room untuk perbaikan. Lihat saja nanti hasilnya lah…,” katanya. (Bsi)

Editor :

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.