JAKARTA: Kinerja Ditjen Pajak selama 5 tahun terakhir, atau sejak tunjangan remunerasi untuk pegawai Kemenkeu mengucur sekitar Rp5 triliunan setiap tahun, ternyata mengecewakan.
Berdasarkan data yang diperoleh Bisnis, Jumat (9/11), dalam kurun tersebut, setoran pajak yang surplus hanya terjadi pada 2008, atau pada tahun pertama pemberian tunjangan itu efektif.
Tahun-tahun berikutnya shortfall Rp14 triliun-Rp34 triliun.Bahkan, shortfall terbesar sepanjang sejarah terjadi pada kurun itu, yakni 2009 sebesar Rp34 triliun. (lihat tabel)
Akibatnya, tax ratio Indonesia pada tahun itu pun jatuh ke 11%, termasuk yang paling rendah di wilayah Asia Tenggara. Bahkan, masih lebih rendah dari Laos.
Padahal, pada tahun tersebut sudah dilakukan pengurangan target penerimaan pajak yang juga terbesar dalam sejarah, yakni Rp63 triliun. Jadi, target pajak sudah jauh dipangkas, tetap saja setorannya kurang.
Pada tahun itu, dirjen pajaknya Darmin Nasution dan M. Tjiptardjo. Darmin dilantik Menkeu Sri Mulyani Indrawati sebagai dirjen pajak sejak 27 April 2006, menggantikan Hadi Purnomo.
Adapun, Tjiptardjo yang menggantikan Darmin bertugas mulai 28 Juli 2009, sebelum akhirnya digantikan Fuad Rahmany, yang dilantik Menkeu Agus Martowardojo pada 21 Januari 2011.
Target, realisasi & shortfall pajak (Rp triliun)
-----------------------------------------------------------------------------------
Tahun APBN APBNP +/(-) Hasil +/(-) Tax ratio (%)
-----------------------------------------------------------------------------------
2005 243 255 12 264 9 12,5
2006 325 333 8 315 (18) 12,3
2007 411 395 (16) 381 (14) 12,4
2008 484 481 (3) 494 13 13,3
2009 591 528 (63) 494 (34) 11,0
2010 611 597 (14) 567 (30) 11,3
2011 709 698 (11) 667 (31) 11,8
2012 853 817 (36) 573* (?) 11,9
-----------------------------------------------------------------------------------
* Per 31 Oktober 2012
Sumber: Kemenkeu & LKPP 2005-2011
Sami mawon
Menariknya, fenomena ‘target sudah diturunkan tetapi tetap saja setoran kurang’ ini kembali berlanjut ke tahun-tahun berikutnya. Penurunan target setoran pajak sendiri dimulai di era Darmin, pada 2007.
Pada 2010, target penerimaan pajak diturunkan Rp14 triliun, realisasinya shortfall Rp30 triliun. Tahun berikutnya , saat Fuad Rahmany mulai memimpin Ditjen Pajak, sami mawon.
Target setoran pajak tahun itu juga dipangkas Rp11 triliun, dan realisasinya shortfall Rp31 triliun. Tahun ini, target pajak juga sudah diturunkan Rp36 triliun. Lalu berapa shortfall-nya?
Berdasarkan data prognosa penerimaan pajak 2012 yang diperoleh Bisnis sebelumnya dari Ditjen Pajak, shortfall-nya diperkirakan antara Rp57 triliun sampai Rp73 triliun.
Namun, Fuad punya pendapat lain. “Saya nggak mau kasih prognosanya karena masih ada room untuk perbaikan. Lihat saja nanti hasilnya lah…,” katanya. (Bsi)
Editor :
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.