RSS FEEDLOGIN

INDUSTRI MAKANAN: Indonesia berpotensi pimpin pasar

Muhammad Sarwani   -   Rabu, 03 Oktober 2012, 18:15 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

JAKARTA: Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan menegaskan Indonesia berpotensi memimpin pasar komoditas makanan, minuman, dan kemasan dunia untuk bersaing secara global menghadapi kompetitor lainnya dari berbagai negara.

"Selain memasuki pasar global, sebenarnya rakyat Indonesia yang saat ini mencapai 240 juta jiwa orang merupakan konsumen potensial, "ujarnya saat membuka Pameran Koperasi dan UKM Makanan, Minuman, dan Kemasan di Gedung SME Tower, Jakarta Selatan, hari ini, Rabu (3/10/2012).

Produk makanan dan minuman, katanya, mempunyai prospek cerah seiring perkembangan ekonomi dan dukungan sumber bahan baku lokal yang melimpah.Berdasarkan catatan Food Ingredients Asia, Indonesia merupakan konsumen bahan makanan terbesar di Asia Tenggara.

Oleh karena itu, sebagai negara terbesar konsumen makanan di Asia Tenggara, atau sebesar 51%,  sepantasnyalah pemerintah dan dunia usaha mampu menyediakan makanan dan minuman pada kapasitas yang cukup dalam bentuk produk makanan minuman segar maupun produk olahan yang dihasilkan UKM dan Koperasi.

Kebijakan pangan nasional harus mampu memberi jaminan dan ruang berusaha serta keberpihakan yang lebih luas kepada pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM), agar mampu meningkatkan produktifitas dan profesionalitas kerja produk pangan dalam negeri.

Saat ini terdapat 14 juta pelaku usaha yang menggeluti usaha sektor makanan dan minuman. Dari jumlah tersebut, 94% di antaranya masuk kategori pelaku usaha berskala KUMKM.Sedangkan total omzet produk ini pada 2012 diprediksi menembus Rp700 triliun dan dalam 5 tahun terakhir.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendorong pertumbuhan sektor makanan minuman, di antaranya ketersediaan bahan campuran (food ingredients), karena merupakan salah satu faktor yang diperlukan dalam pengolahan makanan dan minuman.

Misalnya bahan perasa, aroma, pemanis, pengawet, pewarna hingga emulsifier, protein, serta fat & oils. Bahan penunjang ini sebagian besar (sekitar 80%) dipasok produk impor.

Selain itu, hal terpenting lainnya dalam produk ,akanan dan minuman adalah pemanfaatan kemasan (foods packaging). Kemasan mempunyai peranan penting untuk menjaga kualitas makanan dan minuman, menjamin higienitas dan meningkatkan nilai tambah produk.

"Saya berharap produk makanan dan minuman Indonesia ke depan, mampu menjadi tuan di negara sendiri. Selain itu mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat sesuai dengan harapan pemerintah," kata Sjarifuddin Hasan.(msb)

Source : Mulia Ginting Munthe

Editor :

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.