RSS FEEDLOGIN

INDUSTRI KREATIF: Berpotensi Cetak Pengusaha Pemula

  -   Jumat, 01 Maret 2013, 20:04 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

PALEMBANG -- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia  menilai sektor industri kreatif di Indonesia berpotensi besar mencetak pengusaha pemula

 

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Raja Sapta Okto mengatakan pemuda yang ingin menjadi pengusaha dapat memulai dari sektor-sektor yang tidak padat modal, seperti industri kreatif.

 

"Ada 14 bidang di industri kreatif yang bisa digali oleh pengusaha muda, salah satunya dunia perfilman. Sektor ini memang didominasi sama orang-orang muda,"katanya saat jumpa pers acara nonton bareng film Rectoverso bersama Hipmi di Palembang, Jumat (1/3).

 

Menurut dia, Indonesia merupakan pangsa pasar yang strategis mengingat jumlah penduduknya yang tergolong banyak.

 

Melihat potensi di sektor industri kreatif ini, Hipmi mendorong perkembangannya dengan berbagai kegiatan, salah satunya mengajak masyarakat nonton bersama film Indonesia yang berkualitas.

 

"Nonton bareng merupakan kampanye kecil-kecilan kami untuk mengajak masyarakat nonton film Indonesia,"katanya.

 

Dia melanjutkan pihaknya juga tengah berupaya mendorong keluarnya payung hukum untuk  pengusaha pemula dan pengusaha daerah agar mudah mendapat akses legalitas, permodalan dan pasar.

 

Saat ini regulasi tersebut sedang digodok dan melibatkan berbagai kementerian. Hipmi ingin nantinya regulasi itu keluar dalam bentuk peraturan presiden. "Seharusnya memang dalam bentuk Perpres yang paling atas karena ini juga melibatkan banyak kementerian."

 

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah provinsi Sumsel mendorong perkembangan industri kreatif dengan mendanai sejumlah film yang bercerita tentang sejarah dan daerah Sumsel.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan pihaknya sudah mendanai 2 film sejak 2011 lalu. "Nanti kalau memang ada anggaran yang cukup kami ingin membuat 2 film dalam setahun." (if)

 

Editor : Ismail Fahmi

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.