JAKARTA--Industri di Indonesia dinilai dapat tumbuh dengan baik jika diperkuat oleh kepemimpinan yang visioner.
Sayangnya, Pengamat Ekonomi, Faisal Basri, mengatakan saat ini Indonesia tidak memiliki pemimpin mencintai dan memperhatikan sektor industri. Padahal industri merupakan tulang punggung perekonomian dalam negeri.
"Pak SBY sepertinya tidak suka industri. Dia lebih suka ke bursa saham dibandingkan dengan datang keperesmian pabrik," ujarnya, Selasa (12/2), di tengah acara Outlook Industri Kimia di Jakarta.
Dia menilai pemerintah seharusnya dapat lebih memaksimalkan penggunaan minyak bumi dan gas sebagai bahan baku industri, bukan hanya sekedar energi untuk konsumsi saja.
"Sudah lama presiden tidak bicara soal apa yang harus dilakukan untuk membuat industri maju. Ketersedian sumber daya juga harus diomongkan bagaimana mempersiapkan energi untuk masa akan datang," sambungnya.
Adapun pada tahun ini, dia menaksir pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada dikisaran 6,7%, atau sedikit berada di bawah target pemerintah sebesar 6,8%. (if)
Editor : Ismail Fahmi

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.